Santika Medan Gelar Kelas Masak di Lapas Perempuan Kelas IIA Tanjung Gusta Medan

Kami memang menggelar CSR setiap tahun, tempatnya beda-beda, tergantung keputusan pihak manajemen.

Santika Medan Gelar Kelas Masak di Lapas Perempuan Kelas IIA Tanjung Gusta Medan
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Hotel Santika Premiere Dyandra Medan menggelar Cooking Class di Aula para Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Medan – Tanjung Gusta, Kamis (17/10/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Corporate Social Responsibility (CSR) hotel yang berlokasi di Jalan Kapten Maulana Lubis No.7, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Hotel Santika Premiere Dyandra Medan menggelar Cooking Class di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan–Tanjung Gusta.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Corporate Social Responsibility (CSR) hotel yang berlokasi di Jalan Kapten Maulana Lubis No.7, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan.

"Kami memang menggelar CSR setiap tahun, tempatnya beda-beda, tergantung keputusan pihak manajemen. Kali ini kami memilih untuk menggelar di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan–Tanjung Gusta," ungkap Public Relation Officer Hotel Santika Premiere Dyandra Medan Nivi Syeron Iroth, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Nivi Ide ini sudah lama di bicarakan dan baru terealisasi pada hari ini Kamis, 17 Oktober 2019 di Aula para Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Medan – Tanjung Gusta.

Pihaknya merasa para warga binaan lebih membutuhkan ilmu ini supaya bisa mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

"Jadi kita mau membekali mereka dengan ilmu yang nantinya bisa mereka gunakan setelah keluar dari Lapas. Supaya nantinya apa yang kita bagikan bisa menjadi pilihan mata pencaharian mereka sesudah keluar dari Lapas," jelasnya.

Nivi menceritakan acara ini di mulai dari kata sambutan Kepala Lapas dan General Manager Santika Medan. Kemudian ice breaking untuk mendekatkan para warga binaan dan tim Santika Medan. serta acara utama yang dipandu oleh Chef Khairul Adnan selaku Executive Chef.

Ada tiga menu yang dibuat oleh warga binaan antara lain Pangsit Goreng, Siomay Goreng, dan Dimsum. Nivi mengatakan menu ini dipilih karena Hotel Santika Medan mempunyai Tim F&B yang bisa berbagi ilmu buat para perempuan di Lapas. Selain itu menu dengan kulit pangsit seperti pangsit, siomay, dan dimsum sangat mudah dibuat.

"Selain mudah dibuat, menu ini juga cepat pembuatannya, cukup digoreng atau dikukus saja. Tapi juga tetap unik dan jarang disuguhkan oleh orang-orang di luar sehingga akan mudah dan menjanjikan untuk diterapkan oleh perempuan-perempuan ini nantinya dan bagi pihak lapas, kegiatan ini bisa dilakukan sebagai aktivitas yang menghasilkan," kata Nivi.

Chef Rico Siregar, selaku Special Dim Sum Chef langsung memperagakan dari tahapan adonan Dim Sum didepan para peserta hingga tahapan terakhir siap saji.

"Para peserta begitu antusias mengikuti instruksi dari Chef. Sesekali mereka juga melemparkan pertanyaan. Mereka sungguh berkeinginan untuk mencoba resep ini lagi di rumah mereka," kata Nivi.

Sedikitnya 30 warga binaan dengan 15 petugas ikut dalam kegiatan ini. Dikatakan Nivi, pihak Lapas sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pada kegiatan tersebut Surta Duma Sihombing, selaku Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan – Tanjung Gusta mengatakan selama dua tahun bertugas di Lapas tersebut, baru inilah ada yang mau datang memberikan kami ilmu melalui pengajaran kelas masak ini.

Acara diakhiri dengan menikmati bersama hasil masakan dan saling berbagi bercerita mengenai bakat dan keinginan warga binaan di bidang kuliner, sebuah hubungan dengan perhatian sepenuh hati yang selalu melekat di Santika Indonesia Hotels & Resorts.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved