Sidang Pemerasan Dengan Pembunuh Bayaran Berlanjut, Terdakwa Terdiam saat Saksi Sebut Bukan Hartanya

Ali Sutomo pernah cerita kalau dia sedang bermasalah dengan adik-adiknya (ketiga terdakwa). Dia bilang hartanya dikuasai oleh adik-adiknya

Sidang Pemerasan Dengan Pembunuh Bayaran Berlanjut, Terdakwa Terdiam saat Saksi Sebut Bukan Hartanya
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Tiga terdakwa kasus pemerasan senilai Rp 30 miliar terduduk lemas di kursi pesakitan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang pengancaman dan pemerasan Rp 30 miliar terhadap korban Ali Sutomo dengan menyewa pembunuh bayaran berlanjut di Pengadilan Negeri Medan, Senin (21/10/2019).

Ketiga terdakwa tersebut adalah adik-adik korban adalah Anton Sutomo alias Ng Liong Tek (45) warga Dusun XIII Desa Mulio Rejo Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sui Kui alias Ng Siu Kui alias Akui (59) dan Citra Dewi alias Atong (49) merupakan warga Jalan Asia No 75/77 Kelurahan Sei Rengas I Kecamatan Medan Kota.

Jaksa Penuntut Umum, Nelson Viktor menghadirkan dua orang saksi yaitu Goh Kim Guan dan Arnas Hanafi. Keduanya enjelaskan, harta yang diklaim ketiga terdakwa adalah milik mereka merupakan tidak benar. Sebab, setahu mereka harta itu adalah milik korban, Ali Sutomo.

"Ali Sutomo pernah cerita kalau dia sedang bermasalah dengan adik-adiknya (ketiga terdakwa). Dia bilang hartanya dikuasai oleh adik-adiknya," beber saksi Arnas.

Saksi menjelaskan, Ali Sutomo sudah menjadi pengusaha sukses sejak tahun 1990-an. Dia memiliki beberapa aset seperti tambak udang dan pabrik pipa di daerah Sunggal.

"Korban Ali itu setahu saya seorang pengusaha di Kwala Gebang. Dia juga pernah membawa saya ke tempat usahanya seperti ruko yang di Jalan Asia, Medan," tambah Arnas.

Saksi Goh Kim Guan menambahkan, orangtua Ali Sutomo merupakan orang susah di kampung. Namun sejak Ali Sutomo menjadi pengusaha, ekonomi keluarganya berubah menjadi lebih baik.

"Saya tahu betul orangtuanya tidak punya usaha. Itu semua usaha milik Ali Sutomo. Jadi, yang dibilang ketiga terdakwa harta itu merupakan milik mereka adalah tidak benar. Itu punya Ali Sutomo," tegas saksi.

Ketika dikonfrontir oleh hakim Erintuah keterangan kedua saksi apakah ada yang tidak benar, ketiga terdakwa hanya diam saja tak bisa membantah keterangan tersebut.

Hingga akhirnya, majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved