Sidang Pemerasan Dengan Pembunuh Bayaran Berlanjut, Terdakwa Terdiam saat Saksi Sebut Bukan Hartanya

Ali Sutomo pernah cerita kalau dia sedang bermasalah dengan adik-adiknya (ketiga terdakwa). Dia bilang hartanya dikuasai oleh adik-adiknya

Sidang Pemerasan Dengan Pembunuh Bayaran Berlanjut, Terdakwa Terdiam saat Saksi Sebut Bukan Hartanya
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Tiga terdakwa kasus pemerasan senilai Rp 30 miliar terduduk lemas di kursi pesakitan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (19/9/2019). 

Pada sidang sebelumnya, anak korban, Irsan Surya menjelaskan bahwa Januari 2011 dirinya dan kedua adiknya ditelpon oleh pelaku Haris Anggara alias Liong Tjai (DPO) agar datang ke kantor ayahnya di Jalan Asia No. 75/77, Medan.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Ayahnya Ali Sutomo sudah ditunggu Haris Anggara yang ditemani ketiga terdakwa yang merupakan saudara kandung korban.

"Haris Anggara bilang, kalian kami panggil ke sini untuk menyelamatkan harta ayah kalian. Kaliankan tahu ayah kalian punya istri muda. Kalau harta ini untuk kalian, kami tidak masalah. Tapi kalau untuk ayah kalian, kami tidak rela. Sempat saya pailitkan perusahaan ini bisa jadi anjing kalian sekeluarga tidur di jalan," beber Irsan.

Anak korban menerangakan ia dan kedua adiknya ditunjukkan nomor dan nama seorang pembunuh bayaran saat mengancam.

"Haris Anggara berdiri sambil mengeluarkan HP-nya dan menunjukkan salah satu kontak bernama Aw###. Lalu dia bilang 'ini nomor telepon Aw###, tinggal saya kasih Rp200-300 juta habis kalian saya bunuh satu keluarga'. Kemudian kami pulang," ungkapnya.

Namun, sebelum meninggalkan kantor tersebut, ketiga terdakwa kembali mengancam Irsan Surya dan kedua adiknya.

"Ketiga terdakwa bilang. Jangan macam-macam kalian. Kasih tau itu sama bapak kalian," cetus Irsan Surya lagi.

Sebelumnya dikutip dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor disebutkan, akibat ulah ketiga terdakwa saksi korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 miliar.

Perbuatan para terdakwa diancam pidana Pasal 368 ayat (2) ke-2, Pasal 368 dan Pasal 335 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved