Tega Nodai Putri Kandung, Seorang Ayah di Tanjungbalai Diantar ke Polres Asahan

kasus terbongkar setelah keluarga almarhum ibu korban menanyakan peristiwa yang menimpa keponakannya itu saat mereka berkumpul

Tega Nodai Putri Kandung, Seorang Ayah di Tanjungbalai Diantar ke Polres Asahan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Tersangka pencabulan terhadap anak kandungnya, Irwansyah Putra warga Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan saat berada di ruang penyidik Mapolres Asahan, Senin (21/10/2019).

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Sungguh keji perbuatan Irwansyah Putra (34) warga Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, tega menodai putri kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Terlebih perbuatan itu dilakukan tersangka, saat sang istri baru saja meninggal dunia pada tiga bulan lalu.

Aksi bejat dilakukan tersangka terhadap "Bunga" yang merupakan darah dagingnya itu di rumahnya pada Kamis (17/10/2019) pukul 03.00 WIB dini hari.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Asahan, Ipda Sanusi menyebutkan kasus terbongkar setelah keluarga almarhum ibu korban menanyakan peristiwa yang menimpa keponakannya itu saat mereka berkumpul pada Sabtu (19/10/2019) sore.

"Jadi bibi korban bernama Farida menanyakan langsung kepada korban soal desas desus perbuatan iparnya. Saat itu korban mengakui telah disetubuhi oleh ayahnya sebanyak satu kali," kata Sanusi, Senin (21/10/2019).

Masih dari pengakuan korban, bahwa persetubuhan yang ia alami dibawah ancaman dari sang ayah, sehingga korban tak berani melawan.

"Dari keterangan korban dirinya diancam dibunuh bila memberitahu aksi bejatnya kepada orang lain," ungkapnya.

Mendengar penuturan keponakannya itu, maka keluarga pun mencari keberadaan tersangka. Setelah ketemu, maka Irwansyah Putra diboyong oleh keluarga almarhum istrinya ke Mapolres Asahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Untuk membuktikan perbuatannya, penyidik melakukan visum terhadap korban di RSUD H Abdul Manan Simatupang, Kisaran.

"Pelaku bisa dikenakan Pasal 81 ayat (1) ayat dan (3) dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," sebutnya.

Sementara, Irwansyah membantah telah menodai putri kandungnya. Bahkan saat didesak petugas, berulang kali pria yang berprofesi sebagai nelayan itu terus berkelit.

"Saya akui tidak pak, demi Tuhan pak, nggak mungkin saya lakukan itu sama anak kandung saya," kata Irwansyah di Mapolres Asahan.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved