Terdakwa Alfransdo Kemplang Pajak Rp 545 Juta hanya Kurun Waktu 18 Bulan, Transaksi BBM Solar

Adapun PT HIMALAYA BERJAYA MANDIRI bergerak di bidang usaha perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar

Terdakwa Alfransdo Kemplang Pajak Rp 545 Juta hanya Kurun Waktu 18 Bulan, Transaksi BBM Solar
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa pengemplang pajak senilai Rp. 545.481.456 Alfransdo Eddy Argo dalam kurun waktu 18 Bulan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (21/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa pengemplang pajak senilai Rp. 545,481,456 Alfransdo Eddy Argo dalam kurun waktu 18 Bulan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (21/10/2019).

Dimana terdakwa dengan sengaja menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dan tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut ke KPP Pratama Medan Belawan.

Dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum (Adlina) menyebutkan awal mula kasus terjadi pada tahun 2013 dimana terdakwa mendirikan perusahaan dengan nama PT HIMALAYA BERJAYA MANDIRI dan dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada tanggal 26 Agustus 2013.

"Adapun PT HIMALAYA BERJAYA MANDIRI bergerak di bidang usaha perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar," tutur Jaksa.

Terdakwa selaku direktur PT HIMALAYA BERJAYA MANDIRI dalam kurun waktu tahun 2014 sampai tahun 2015 telah melakukan penjualan BBM jenis solar terhadap 20 perusahaan sebagai lawan transaksi yaitu PT Medan Tropical Canning & Frozen Industies, PT Maja Agung Latexindo, PT Shamrock Manufacturing Corpora, PT Canang Indah Industri Sumatera Hakarindo, PT Bilah Baja Makmur Abadi, PT Sumber Perkasa Plastik, PT Delisari Murnitapioka, PT Totalindo Eka Persada Tbk, PT Pacific Medan Industri, PT Sari Murni Pratama, PT Sari Murni Pratama, Sumber Andalan Mandiri, Karunia Beton Lestari, Arya Rama Prakarsa, Agri First Indonesia, CV Bumi Sejahtera, Sawit Anugera Sejahtera, Kencana Inti Perkasa, PT Bilah Baja Makmur Abadi, dan Atria Alumindo.

"Terdakwa dalam melakukan transaksi penjualan barang kena pajak (BKP) berupa BBM berjenis solar dengan cara terdakwa membeli solar tersebut dari beberapa orang supilier, dimana supplier tersebut bukanlah berbentuk perusahaan melainkan dengan orang pribadi yaitu Aris dan Tommy Halim, kemudian BBM Jenis Solar tersebut langsung diangkut dengan menggunakan truk tangki supplier ke lokasi perusahaan yang melakukan pemesanan BBM jenis Solar tersebut," jelas Adlina.

Dalam setiap transaksi yang dilakukan dengan cara ada pemesanan dari customer (pembeli) diantaranya adalah 20 perusahaan tersebut kemudian oleh terdakwa akan menghubungi supplier untuk melakukan pemesanan berupa BBM Jenis solar yang merupakan Barang Kena Pajak (BKP) dan kemudian diantarkan langsung oleh supplier ke Costumer (pembeli) yang sebelumnya telah melakukan pemesanan BBM jenis solar.

Sedangkan untuk proses pembayaran, terdakwa menerima pembayaran dari Costumer (pembeli) BBM Jenis Solar dan selanjutnya terdakwa melakukan pembayaran kepada supplier dengan cara ditransfer kerekening Bank maupun dengan bilyet giro. Terdakwa akan mengambil keuntungan dari setiap jual beli BBM Jenis Solar tersebut dari selisih harga pembelian dari supplier dan penjualan ke customer yaitu kisaran antara Rp.300,- sampai dengan Rp.500. perliter.

Transaksi jual beli BBM jenis Solar dilakukan terdakwa dalam kurun waktu Januari 2014 sampai dengan Desember 2014 dan kemudian dalam kurun waku Januari 2015 sampai dengan Agustus 2015.

"Bahwa sebagai perusahaan yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak memiliki kewajiban untuk melakukan pemungutan pajak dalam setiap transaksi penjualan Barang Kena Pajak (BKP). Oleh karena itu dalam setiap transaksi BBM jenis Solar yang merupakan Barang Kena Pajak ( BKP) terdakwa menerbitkan faktur pajak sebagai Pajak Keluaran (PK) dengan melampirkan Tagihan Pengadaan BBM yang merangkap invoice dan Surat Pengantar Barang," beber JPU Adlina.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved