Donasi Digital Lewat GoPay Tumbuh hingga Enam Kali Lipat
Kami menyambut baik penggunaan GoPay QR Code untuk kepentingan pengumpulan donasi secara digital.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Dari data Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara ada 450 Lembaga Kesejahteraan Sosial di Sumatera Utara.
Hal ini disampaikan oleh Kasie Pemberdayaan Sosial dan KeIembagaan Masyarakat Bidang Pemberdayaan sosial, Kawalta Ginting dalam diskusi dan pelatihan untuk 100 pelaku organisasi nonprofit mengenai pemanfaatan platform digital untuk pengumpulan donasi publik melalui program GoPay for Good di Clapham Collective, Selasa (22/10/2019)
"Kami menyambut baik penggunaan GoPay QR Code untuk kepentingan pengumpulan donasi secara digital. Semoga dapat meningkatkan manajemen donasi menjadi Iebih baik dan bermanfaat Untuk segenap masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan GoPay bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatra Utara ini dihadiri 44 komunitas sosial dan lingkungan yang ada di Sumatera Utara. Public Affairs Lead GoPay, Armyn Gita mengatakan di Medan, donasi digital GoPay telah tumbuh hingga enam kali lipat sejak program GoPay for Good hadir pada awal tahun ini.
"Melihat potensi tersebut, GoPay for Good konsisten meneruskan komitmennya untuk kembangkan donasi digital dengan memperkenalkan manfaatnya ke masyarakat yang lebih luas. Donasi digital memiliki potensi membangun masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, termasuk masyarakat Sumatra Utara (Sumut)," katanya.
Dikatakan Armyn GoPay for Good hadir tidak hanya untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi, namun juga para pelaku organisasi maupun komunitas nonprofit dalam meningkatkan kredibilitas mereka dengan memiliki sistem pengumpulan donasi yang aman, transparan, dan tepat sasaran sehingga ke depannya mereka pun dapat menjangkau lebih banyak donatur.
"Kali ini kami wujudkan melalui sosialisasi tentang pemanfaatan inovasi donasi digital melalui kode QRIS bersama dengan Dinsos Provinsi Sumut untuk ratusan mitra donasi di Sumatra Utara," katanya.
Armyn menambahkan diskusi seperti ini rutin dilakukan oleh GoPay dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial Republik Indonesia di berbagai daerah. Hal ini dilakukan guna memastikan adanya peningkatan wawasan dan kemampuan para organisasi nonprofit untuk menggunakan mekanisme digital dalam pengumpulan donasi.
Dalam menjalankan upaya tersebut, GoPay menggandeng pemerintah daerah dan berbagai organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial. Selain Dinas Sosial Provinsi Sumut, kali ini GoPay juga menggandeng Semut Sumut, organisasi sosial yang membuka ruang belajar kepada anak putus sekolah.
”Pelatihan ini menjadi peluang untuk para pelaku social enterprise di Medan untuk mulai membangun ekosistem sosial yang sebenarnya. Jangan mau jadi seperti lilin yang menerangi, namun membakar diri sendiri," jelas Founder dan CEO Semut Sumut, Yogi Adjie.
lmplementasi pemanfaatan donasi digital yang dikenalkan oleh GoPay pun sangat mudah, aman, dan transparan. Masyarakat yang ingin berdonasi cukup melakukan scan kode QR GoPay yang dimiliki oleh masing-masing organisasi yang telah menjadi mitra GoPay for Good, Ialu masukan nominal yang ingin didonasikan. Semua jumlah yang didonasikan melalui GoPay akan langsung masuk ke rekening organisasi yang dituju.
Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat karena pengumpulan donasi hanya dilakukan oleh mitra yang telah memenuhi persyaratan pengumpulan donasi publik di Indonesia. Di Medan sendiri, donasi digital dengan GoPay sudah bisa dimanfaatkan antara lain di BAZNAS Medan, Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Foodbank Indonesia, Laznas BSM, Masjid Az-Zikra, dan World Vision Indonesia.
Salah satu mitra lokal yang mengikuti diskusi dan pelatihan ini, Dr. Apsari Kusumastuti. MARS selaku Direktur Heartindo, berharap agar pelatihan ini dapat mendorong pertumbuhan organisasi sosial di Sumut Iebih cepat dan Iebih baik Iagi, apalagi mengingat masih banyaknya pekerjaan rumah di bidang sosial di Sumut yang perlu diselesaikan bersama.
"Kami juga mengapresiasi GoPay sebagai pihak swasta yang sudah menjadi jembatan dalam hal membantu pemerataan pembangunan melalui donasi digital," ujarnya.
Armyn mengatakan edukasi tersebut bertujuan untuk membantu organisasi di Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggalangan dana.
"Melalui rangkaian pelatihan ini kami berharap dapat membantu memudahkan lembaga, yayasan, perkumpulan, asosiasi, hingga rumah ibadah dalam mengumpulkan Iebih banyak donasi secara transparan dan Iebih mudah," pungkas Armyn.
(cr18/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/public-affairs-lead-gopay-armyn-gita-menunjukkan-cara-menggunakan-gopay.jpg)