PD Pasar Dairi Kini Sudah Bisa Gaji Karyawan, Tunggakan Pedagang Masih Rp3 M

PD Pasar Dairi sempat terbelit masalah keuangan. Penerimaan dari sektor iuran sewa kios/los tertunggak, mencapai Rp3,4 miliar.

PD Pasar Dairi Kini Sudah Bisa Gaji Karyawan, Tunggakan Pedagang Masih Rp3 M
Tribun Medan/Dohu Lase
Inspektur Kabupaten Dairi sekaligus Plt Dirut PD Pasar Kabupaten Dairi Edward Hutabarat 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejak ditunjuk Bupati sebagai Plt Dirut PD Pasar Kabupaten Dairi pada 2 Agustus 2019 silam, Inspektur Kabupaten Dairi, Edward Hutabarat, berhasil menghimpun pemasukan Rp250 juta lebih.

Edward mengatakan, pemasukan tersebut telah digunakan untuk membayar gaji karyawan serta biaya-biaya operasional.

"Sejak saya ditunjuk sebagai Plt Dirut PD Pasar, kami sudah dapat uang Rp250-an juta hingga hari ini. Di antaranya tunggakan piutang Rp100-an juta."

"Pemasukan itulah yang dipakai untuk gaji karyawan dan direksi bulan Agustus, September, Oktober 2019, serta biaya-biaya operasional, seperti iuran BPJS Kesehatan, listrik, air, dan belanja lainnya," ujar Edward  di kantornya, Selasa (22/10/2019).

PD Pasar Dairi sempat terbelit masalah keuangan. Penerimaan dari sektor iuran sewa kios/los tertunggak, mencapai Rp3,4 miliar. Imbasnya, para karyawan, bahkan direksinya, tak gajian berbulan-bulan.

Edward mengungkapkan, pihaknya masih belum selesai meneliti jumlah piutang PD Pasar sesungguhnya. Sebab, para pedagang keberatan dengan besaran tunggakan Rp3,4 miliar tersebut.

"Pengakuan para pedagang, pembagian kios atau los terhadap para pedagang dahulu dilakukan lewat pengundian. Manajemen PD Pasar yang lama langsung menghitung mulai sewa kios/los sejak pengundian tersebut. Padahal pedagang yang bersangkutan belum menempati," ungkap Edward.

Edward mengatakan, pihaknya telah menawarkan cara pelunasan tunggakan iuran sewa kios/los dengan membayar 50 persen di awal, serta mengganti sistem penarikan iuran, dari selama ini tahunan, menjadi harian.

Sisa tunggakan 50 persen lagi dicicil per hari bersamaan dengan iuran sewa kios/los.

"Kami sudah sosialisasikan hal ini. Para pedagang setuju soal iuran ditarik per hari. Khusus pedagang pekan, sistemnya mingguan. Sementara, untuk pelunasan tunggakan, memang belum semua setuju. Masih ada beberapa yang membandel, mengelak enggak mau bayar," kata Edward.

Terhadap pedagang penunggak yang bandel itu, lanjut Edward, pihaknya berencana menggandeng jaksa pengacara negara dari Kejaksaan Negeri Dairi untuk tindakan paksa.

Edward menambahkan, PD Pasar Dairi membawahi delapan pasar, yaitu Pusat Pasar Sidikalang, Pasar Sumbul, Pasar Parongil, Pasar Sigalingging, Pasar Tigalingga, Pasar Tigabaru, Pasar Pardomuan, Pasar Pardamean, dan Pasar Tigajuhar.

"Kas PD Pasar Dairi hingga posisi tanggal hari ini sejumlah Rp44.539.140," pungkas Edward. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved