Puluhan Penggiat Literasi Sambangi Danau Siombak, Belajar Tentang Pendidikan Anak dan Mangrove

Kehadiran mereka disambut baik oleh pendiri rumah baca Merah Putih Danau Siombak, Wibi Nugraha.

Puluhan Penggiat Literasi Sambangi Danau Siombak, Belajar Tentang Pendidikan Anak dan Mangrove
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Wibi Nugraha saat menerima plakat ucapan terima kasih dari penggiat literasi kabupaten Tapanuli Tengah di Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak kecamatan Medan Marelan, Selasa (22/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - 20 orang pegiat literasi dari kabupaten Tapanuli tengah adakan studi banding ke Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak kecamatan Medan Marelan, Selasa (22/10/2019)

Bukan hanya sekadar studi banding, para penggiat literasi tersebut sambangi rumah baca guna berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pengaruh pohon mangrove terhadap keberlangsungan hewan bawah air, dan kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran mereka disambut baik oleh pendiri rumah baca Merah Putih Danau Siombak, Wibi Nugraha.

Ia menjelaskan kegiatan ini difasilitasi oleh Agincourt tambang emas Martabe guna menambah wawasan dan inspirasi ketika menciptakan karya.

Dalam kegiatan ini para peserta studi banding mendengarkan cerita Wibi bagaimana dia seorang petani mangrove, bisa mendirikan sebuah rumah baca untuk anak-anak nelayan dan masyarakat sekitar danau Siombak.

"Awalnya saya lihat anak-anak disini sehabis dari bantu orangtua, mereka lanjut main kesana kemari, tidak ada kegiatan yang mendidik, jadi bermodal dari uang tabungan selama bertahun-tahun, saya dan rekan saya Alam membangun rumah baca ini secara mandiri," tuturnya.

Para peserta terlihat menyimak dengan baik bagaimana alurnya Wibi dahulunya yang seorang petani mangrove berjuang untuk lingkungan hidup, sehari-harinya menyusuri danau siombak untuk menanam mangrove dengan sepeda motornya.

Para peserta tidak menyangka bagaimana bisa petani Mangrove punya inisiatif mebangun pendidikan anak anak nelayan. Wibi berharap rumah baca Danau Siombak dapat diisi oleh anak-anak muda.

"Kebanggaan dan penghargaan tertinggi bagi saya adalah ketika teman-teman dari manapun bertandang ke Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, juga harapannya bisa berkontribusi mengisi aktivitas untuk anak-anak di sini," kata Wibi

Tidak ketinggalan di akhir kunjungan ketua Tim studi banding memberikan cinderamata berupa kain tenun khas Tapanuli tengah yang langsung di dapatkan dari pengrajinnya di Sipirok.

"Ayok berjuang untuk Indonesia tercinta, kalian sebagai anak muda lah yang akan melanjutkan perjuangan ini," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved