BERITA FOTO Berbahaya, Kebiasaan Nekat Siswa Naik di Atap dan Bergelantungan Menjadi Tradisi Negatif

Sejumlah siswa menaiki atap angkutan umum saat pulang sekolah di Sei Mencirim, Sumatera Utara, Rabu (23/10/2019).

BERITA FOTO Berbahaya, Kebiasaan Nekat Siswa Naik di Atap dan Bergelantungan Menjadi Tradisi Negatif - angkutan-siswa-sekolah.jpg
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah siswa di pintu angkutan umum saat pulang sekolah di Gaperta Ujung, Sumatera Utara, Rabu (23/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
BERITA FOTO Berbahaya, Kebiasaan Nekat Siswa Naik di Atap dan Bergelantungan Menjadi Tradisi Negatif - angkutan-siswa-sekolah-1.jpg
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah siswa menaiki atap angkutan umum saat pulang sekolah di Sei Mencirim, Sumatera Utara, Rabu (23/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
BERITA FOTO Berbahaya, Kebiasaan Nekat Siswa Naik di Atap dan Bergelantungan Menjadi Tradisi Negatif - angkutan-siswa-sekolah-2.jpg
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah siswa menaiki atap angkutan umum saat pulang sekolah di Sei Mencirim, Sumatera Utara, Rabu (23/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pelajar di Medan dan Sei Mencirim, Deliserdang nekat naik di atap angkutan saat pergi dan pulang sekolah, Rabu (23/10/2019).

Hal ini sudah menjadi tradisi negatif yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Setiap pagi dan siang hari, para pelajar yang didominasi siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini berbondong-bondong menaiki dan bergelantungan di pintu angkutan umum untuk pergi dan pulang sekolah.

Jika tidak kebagian tempat duduk, mereka justru malah nekat memanjat mobil dan duduk di bagian atap.(sky/tribun-medan.com)

Penulis: Risky Cahyadi
Editor: Risky Cahyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved