Breaking News:

Festival Babi Tetap Jalan Meski Kolera Babi Merebak

"Justru karena virus ini sedang merebak, maka akan kita beri edukasi bagaimana beternak babi yang sehat," kata Togu Simorangkir.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/IST
Petugas Dinas Peternakan Taput tengah melakukan vaksinasi untuk menghalau virus babi di Taput. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyelenggara Festival Babi akan mengedukasi para peternak untuk menjaga kebersihan dan menghindari penyakit kolera babi.

Penggagas acara, Togu Simorangkir mengatakan Festival Babi akan tetap berlangsung walaupun wabah kolera babi merebak di Tapanuli Utara dan Dairi.

Festival Babi rencananya akan digelar di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, 25-26 Oktober 2019.

"Ya, tetap akan jalan. Jumat dan Sabtu ini," ujar Togu, Rabu (23/10/2019).

Togu mengatakan, persiapan acara sudah matang dan pihaknya akan memanfaatkan momen merebaknya kolera babi untuk memberikan penyuluhan pencegahan penyakit babi.

Baca: Gelar Festival Babi di Danau Toba, Togu Simorangkir: Semua Kita Bisa Bergembira

Baca: Pedagang Daging Babi di Dairi Terancam Bangkrut Akibat Wabah Kolera

"Justru karena virus ini sedang merebak, maka akan kita beri edukasi bagaimana beternak babi yang sehat," tuturnya.

Togu memastikan event ini akan membawa dampak yang baik bagi peternak babi.

Aktivis lingkungan Togu Simorangkir saat ditemui di Jalan Adam Malik, Selasa (3/9/2019).
Aktivis lingkungan Togu Simorangkir saat ditemui di Jalan Adam Malik, Selasa (3/9/2019). (Tribun Medan / Tommy)

Pada kegiatan yang digelar ini, katanya, akan diadakan edukasi merawat babi yang ramah lingkungan.

"Acaranya akan sederhana, tapi efeknya ke ekonomi lokal akan membahana," kata Togu yang memperkirakan ribuan orang akan hadir di Muara untuk acara ini.

Festival Babi akan menggelar berbagai mata acara seperti lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, serta lomba kuliner berbahan daging babi: babi panggang, saksang, tanggo-tanggo, babi arsik, babi kecap, steak babi, babi guling, dan pizza babi.

Lomba lainnya adalah lomba lari babi, lomba menebak berat babi, lomba menangkap babi, lomba memanggil babi, lomba kebersihan kandang babi, lomba panjambaran, lomba babi tergemuk, lomba selfie dengan babi, stand up comedy, dan music festival.

Untuk pengunjung yang tidak mengkonsumsi babi nantinya akan disiapkan ruang makan untuk mencoba berbagai menu tradisional seperti ikan arsik, naniura, susu horbo (kerbau), dan ayam gotah. (jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved