Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Saksi Sebut Tanahnya Juga Ikut Dijual Terdakwa Apriliani

Bahkan yang lebih mengherankan tanahnya yang berada di perbatasan juga ikut dijual terdakwa.

Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Saksi Sebut Tanahnya Juga Ikut Dijual Terdakwa Apriliani
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang kasus pemalsuan surat tanah seluas 2.349 M2, dengan terdakwa Apriliani (28) berlanjut dengan agenda keterangan saksi di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang kasus pemalsuan surat tanah seluas 2.349 M2, dengan terdakwa wanita cantik Apriliani (28) berlanjut dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23/10/2019).

Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut, Randi Tambunan menghadirkan saksi bernama Fendi dan Suryadi yang juga menjadi korban.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong, Fendi membeberkan awalnya pada tahun 2014 dirinya didatangi Lo Ahong yang mengklaim semua tanah itu miliknya yang dibeli dari terdakwa. Apriliani.

Bahkan yang lebih mengherankan tanahnya yang berada di perbatasan juga ikut dijual terdakwa.

"Jelas saja saya terkejut. Karena setahu saya itu tanah milik Anto dan Lina. Saya pun memberitahukan hal tersebut kepada Anto dan Lina. Bahkan tanah saya yang berbatasan dengan tanah Anto dan Lina juga ikut dijual oleh Apriliana," tuturnya.

Lebih lanjut, Fendi menuturkan dirinya sudah sejak kecil tinggal di tanah itu. Tanah itu dibeli ayahnya dari Budi Tukimin yang merupakan orangtua Anto dan Lina pada tahun 2013 lalu.

"Tanah saya itu masih SK Camat yang mulia. Kalau tanah milik Anto dan Lina setahu saya sudah sertifikat," jelas Fendi.

Ia juga menegaskan bahwa terdakwa Apriliani bukanlah anak tunggal seperti yang diklaimnya pada surat keterangan hak ahli waris sebagai satu-satunya anak dari Ng Giok Lan dan Ng Guan Lai.

Sementara itu, saksi lainnya, Suryadi menjelasakn dirinya sangat terkejut kenapa tanah yang memiliki surat SK Camat dan sertifikat hak milik (SHM) bisa dijual tanpa sepengetahuan si pemilik surat.

"Saya tidak ada ketemu dengan Lo Ahong di lokasi tanah. Saya tahu tanah itu dijual melalui Fendi. Saya kaget. Karena setahu saya tanah itu milik Anto dan Lina," beber Suryadi.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved