Save Lake Toba Through Chess, Masukkan Kompetisi Catur Pariwisata Danau Toba Mendatang

Tema "Save Lake Toba Through Chess" pun diusung dalam kegiatan yang berlangsung di tiga kecamatan yakni Onan Runggu, Simanindo dan Pangururan.

Save Lake Toba Through Chess, Masukkan Kompetisi Catur Pariwisata Danau Toba Mendatang
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Para pelajar SMP di Kabupaten Samosir menjalani pertandingan catur sebagai upaya mendongkrak sektor pariwisata Danu Toba dengan pendekatan olahraga otak. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya sebatas upaya menanamkan disiplin para pelajar dalam berpikir dan bertindak, Yayasan Kita Berpikir Mulia (YKBM) juga mendorong peningkatan pariwisata lokal melalui kompetisi catur antarpelajar.

Tema "Save Lake Toba Through Chess" pun diusung dalam kegiatan yang berlangsung di tiga kecamatan yakni Onan Runggu, Simanindo dan Pangururan.

Founder YKBM, Jahar Gultom mengungkapkan, olahraga catur dikenal sebagai olahraga yang menekankan pada kemampuan berpikir atau "the power of mind" yang juga sangat baik untuk kesehatan dan mencegah alzheimer dan penyakit pikun.

“Olahraga ini selain membutuhkan disiplin diri dan penuh perhitungan dalam mengambil tindakan, juga mengajarkan kita untuk melakukan pengorbanan dalam mencapai kemenangan yang dicita citakan,” kata Jahar, Rabu (23/10/2019) di Medan menutup kompetisi yang berlangsung sejak Senin-Selasa (21-22/10/2019) kemarin

Dijelaskan Jahar, turnamen ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018 dan diikuti oleh SMP dari dua Kecamatan yaitu Onan Runggu dan Simanindo. Namun tahun ini terjadi penambahan, yakni Kecamatan Pangururan.

YKBM berencana menjadikan turnamen ini sebagai event tahunan, dan berharap akan ada penambahan peserta dari dua atau tiga kecamatan di tahun selanjutnya.

Dalam dua atau tiga tahun ke depan seluruh SMP baik Swasta maupun Negeri yang ada di Samosir diharapakan dapat ambil bagian sehingga akan menghasilkan kwalitas juara yang lebih baik dari yang sekarang.

“Sebab semakin banyak peserta akan menciptakan kompetisi yang lebih ketat dan tingkat berpikir yang lebih kuat,” terang Diplomat Senior di Kementerian Luar Negeri RI ini lagi.

Di tahun mendatang Jahar berharap kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak, mulai dari sekolah sekolah, Pemkab Samosir, unsur masyarakat, dan juga para sponsor.

“Lewat kegiatan ini kami berharap masyarakat juga bisa mendapat keuntungan dengan menjual suvenir lokal berupa catur yang dibuat dari beragam kayu dan batu. Termasuk jenis suvenir lainnya yang berhubungan dengan catur. Mimpi kami adalah dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, Samosir menjadi Ibukota Catur Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved