Sudah Tiga Minggu, Korban Kebakaran di Bangun Purba Belum Terima Bantuan Pemkab

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum juga memberikan perhatiannya kepada Muhammad Safri

Sudah Tiga Minggu, Korban Kebakaran di Bangun Purba Belum Terima Bantuan Pemkab
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Nusantara Silangit ketika berbincang dengan Muhammad Safri dan istri yang menjadi korban kebakaran dan belum mendapat perhatian Rabu, (23/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum juga memberikan perhatiannya kepada Muhammad Safri, warga yang menjadi korban kebakaran dan tinggal di Dusun I Desa Cimahi Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deliserdang.

Walaupun peristiwa kebakaran sudah terjadi pada 5 Oktober lalu namun hingga kini bantuan yang dijanjikan belum juga terealisasi.

Muhammad Safri dan keluarga mengaku belum sanggup untuk membangun sendiri. Rumahnya yang semi permanen kini sudah rata dengan tanah.

" Ya masih begini lah kondisinya semua sudah habis. Belum ada biaya kami untuk membangunnya lagi. Kalau dari Pemkab belum ada kami terima bantuannya. Kalau harapan ya semoga bisa dibangun kembali lah rumah kami,"ujar Muhammad Safri yang bekerja sebagai petugas keamanan di perusahaan kebun swasta Rabu, (23/10/2019).

Istrinya, Yusliana menceritakan bahwa sebenarnya Pemerintah Kecamatan sudah ada sedikit memberikan bantuan.

Disebut kalau setelah kejadian itu Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi sudah turun dan datang membawa bantuan sembako berupa beras, dua papan telur dan satu kardus mie instan.

" Kalau kata Pak Camat ia nanti akan dibantu gitu aja. Kalau sekarang bantuan masyarakat desa setempat lah yang udah kami terima dan itu diberikan langsung oleh Pemerintah Desa. Kalau tanah rumah ini memang punya kami sendiri,"kata Yusliana.

Muhammad Safri dan Yusliana sempat terharu ketika Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Nusantara Tarigan Silangit datang meninjau rumahnya. Saat itu politisi Partai Nasdem itu pun sempat prihatin atas musibah yang dialami keluarga Muhammad Safri ini.

Ketika bertemu dengan Nusantara keduanya pun sempat mengucapkan bahwa musibah yang ia alami ini datang berturut-turut.

" Jadi waktu kejadian kebakaran itu kami baru saja 40 harian. Anak ketiga kami baru enam bulan umurnya meninggal karena demam. Waktu kejadian kebakaran itu kami baru saja meninggalkan rumah karena pergi ke rumah mamak. Jam 10.00 pagi itu baru saja kami sampai di sana rupanya dapat telepon rumah katanya kebakaran dan kami datang sudah ludes tidak bersisa. Kata polisi akibat korsleting listri pak. Kalau sekarang kami tinggal sementara di pondok kebun dulu lah," kata Yusliana.

Tidak hanya tangan kosong, saat itu Nusantara yang datang dengan didampingi stafnya juga memberikan tali asih kepada keluarga Safri.

Ia berharap agar dalam hal ini Pemkab bisa bergerak cepat untuk menindaklanjuti apa yang sudah terjadi.

" Kita akan kordinasikan ini sama Pemkab secepatnya agar Dinas Sosial ataupun BPBD yang menangani masalah bencana bisa cepat bertindak. Kita cukup prihatin karena sekarang ini sudah bisa dibilang sudah rata dengan tanah ini rumah pak Safri. Barang-barang berharga juga sudah habis dan ini memang harus cepat dibantu agar bisa punya rumah kembali," kata Nusantara.

Hingga berita ini diturunkan Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi dan Kepala BPBD Deliserdang, ZA Abidin Hutagalung belum bisa dipintai komentarnya. Nomor ponsel keduanya belum bisa dihubungi.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved