Yesi Buka Usaha Kafe untuk Suami yang Hobi Nongkrong dan Makan
Awal saya buka usaha ini dikarenakan suami saya suka makan dan nongkrong sehingga saya berpikir untuk membangun usaha kuliner
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Memulai sebuah usaha bisa didasarkan oleh banyak hal. Mulai ingin menambah penghasilan sampai karena hobi bisa menjadi alasan untuk membuka usaha.
Yesi Elida Natalia misalnya, warga Medan Tembung ini, memulai usaha dibidang kuliner dikarenakan ingin menyenangkan suaminya yang suka makan dan nongkrong.
"Awal saya buka usaha ini dikarenakan suami saya suka makan dan nongkrong sehingga saya berpikir untuk membangun usaha kuliner," ungkapnya.
Meski selama ini ia tidak memiliki latar belakang dibidang kuliner, perempuan 35 tahun ini nekat membuka Rey Kafe. Ini bukanlah usaha pertama yang ia jalankan. Yesi pernah membuka rental mobil, papan bunga dan juga salon untuk pria.
Sampai pada akhirnya ia memilih berkecimpung dibidang kuliner. Yesi memilih lokasi di jalan Tuamang Kecamatan Medan Tembung untuk cafenya. Ia menyulap lahan kosong menjadi sebuah kafe yang fasilitasnya lengkap. Diakuinya ia mendesain sendiri konsep kafenya dan kemudian dikerjakan oleh ahlinya.
Konsep Rey Kafe ini adalah terdiri dari beberapa konsep, klasik, vintage, retro, dan juga minimalis dan kekikinian. Ia sengaja menyatukan beragam konsep agar masuk pada semua kalangan.
Untuk menjadi tempat yang dipilih masyarakat, ia mengaku membangun usaha ini tidak tanggung-tanggung. Hampir semua fasilitas yang disuka masyarakat ia hadirkan di kafenya. Misalnya makanan yang enak, live musik, karaoke, juga dilengkapi WiFi.
"Kita tidak tanggung-tanggung buat usaha ini, saya menginginkan memberikan yang terbaik bagi konsumen kita, jadi disini cukup lengkap fasilitasnya," ucapnya.
Untuk harga standar hanya Rp 30 ribuan kebawah untuk semua jenis makanan. Ditengah pertumbuhan usaha kafe di Medan yang cukup tinggi, wanita kelahiran Bengkulu ini mengaku tidak takut karena bagi Yesi kuncinya adalah memberikan yang terbaik kepada konsumen.
"Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi konsumen, jadi kalau kita lurus saja maka akan memperoleh yang terbaik jadi percaya diri saja. Saya berharap kedepannya ada artis Batak terkenal dari ibukota Jakarta bisa mampir kesini" ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, usahanya ini sudah berjalan 1 tahun, ia mengaku mengikuti semua prosesnya, bahkan diakuinya, pertumbuhan terus terlihat dan ia tidak memungkiri bahwa pertumbuhan ini berkat semua pihak yang terlibat.
"Pertumbuhannya seperti anak bayi yang dilahirkan, merangkak dan belajar berjalan dan mudah-mudahan tumbuh dewasa. Untuk menu, saya pilih menu yang disesuaikan lidah orang Sumatera. Dan tentunya juga menghadirkan menu-menu yang kerap dirindukan oleh anak-anak kos," katanya.
Di cafe ini ia menyediakan beberapa menu khas Nusantara. Menu khas Nusantara itu diantaranya nasi ayam Andaliman, nasi ayam tuk-tuk. Dan juga ada Western food.
"Sejak kafe ini hadir, dalam perhari minimal 50-100orang yang berkunjung ke sini. Saya ada rencana buka cabang, targetnya tahun ini. Terkait lokasi masih rahasia," ungkapnya.
Ia mengatakan, ia juga menghadapi tantangan dalam membangun bisnis ini, salah satunya masalah SDM. Padahal baginya kesuksesan suatu usaha tempat makan seperti miliknya itu kunci terbesar juga terletak pada SDM.
"Sehingga saya selalu memberikan yang terbaik bagi para pekerja. Saya memperlakukan mereka seperti keluarga. Kita ada ketika mereka membutuhkan bantuan kita, sebaliknya mereka ada ketika kita juga membutuhkan mereka," pungkasnya.
(cr18/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yesi-elida-natalia-saat-di-rey-kafe.jpg)