4 Fakta Dilantiknya Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian jadi Mendagri dan Kepala BNPP

Tito Karnavian memiliki tanggung jawab di Kementerian Dalam Negeri dan Kepala BNPP (Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan)

4 Fakta Dilantiknya Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian jadi Mendagri dan Kepala BNPP
DOK.PUSPEN KEMENDAGRI
Tjahjo Kumolo dan Tito Karnavian saat serah terima jabatan di Kantor Kemendagri. 

Pada era Presiden Soeharto, semua Menteri Dalam Negeri yang ditunjuknya merupakan pejabat Angkatan Darat.

Salah satu nama Mendagri pada pada Soeharto yakni Sudharmono pada Kabinet Pembangunan II (1978-1983) yang kelak menjadi Wakil Presiden pada 1988-1993.

Memasuki era reformasi, Mendagri tak lagi melulu diisi oleh pejabat Angkatan Darat.

Pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk mantan KSAL Laksamana Widodo AS menjadi Menteri Dalam Negeri.

Pada 2009, SBY menghentikan dominasi militer di pos Mendagri.

Ia kembali menunjuk sosok sipil sebagai Mendagri yaitu Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Keputusan serupa juga diambil Presiden Jokowi yang menunjuk politikus PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menjadi Mendagri pada 2014.

Pada 2019, Jokowi pun membuat catatan sejarah dengan menunjuk polisi sebagai Mendagri.

Saat mengumumkan nama Tito sebagai Mendagri, Jokowi menyebut salah satu tugas Tito adalah menghadirkan kepastian hukum di daerah.

"Sinergi dengan pemerintahan daerah, mengenai data kependudukan e-KTP berada di bawah kewenangan beliau.

Termasuk kepastian hukum di daerah terutama yang berkaitan dengan investasi," kata Jokowi.

Tugas pertamanya ke Papua

Tito Karnavian akan menjalankan tugas pertamanya sebagai Mendagri dengan berkunjung ke Papua.

Diagendakan, Jumat (25/10/2019), Tito bakal bertolak ke Papua bersama Presiden, Kepala TNI, dan Plt Kapolri.

"Kemungkinan hari Jumat saya akan mendampingi Bapak Presiden bersama dengan Panglima TNI dan Plt Kapolri ke Papua, beliau akan ke Papua sabtu atau Minggu.

Kemudian kita tahu lah problem di sana," kata Tito saat sertijab Mendagri di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Tito mengatakan, usai sertijab hari ini, dirinya bakal menyelesaikan urusan di internal kepolisian lebih dahulu.

Sebab, baru kemarin sore Tito melepas jabatan sebagai Kapolri.

Jika ada hal mendesak terkait urusan kementeriannya yang harus diambil dengan segera, Tito pada Kamis (24/10/2019) besok akan datang ke Kemendagri.

Selanjutnya, minggu depan, Tito bakal berkenalan dengan jajaran staf Kemendagri dan mendalami tugas yang akan ia emban.

"Yang jelas saya akan meneruskan apa yang dikerjakan oleh Bapak Tjahjo Kumolo, yang baik tentu kita akan tingkatkan intensifkan, dan kalaupun ada kekurangan kita akan sama-sama memperbaiki," ujar Tito.

Tito lantas meminta supaya dirinya diterima menjadi bagian dari Kemendagri.

"Saya mohon diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kemendagri," katanya.

Tito bercerita tentang detik-detik terakhirnya menjabat sebagai Kapolri

Tito mengatakan, hingga Rabu (23/10/2019) dini hari, teman-temannya sesama anggota kepolisian banyak yang masih berkumpul di rumahnya.

Mereka menanti Tito menanggalkan baju kepolisian.

Sebab, seperti diketahui, Tito baru mengundurkan diri sebagai Kapolri pada Selasa (22/10/2019) malam.

"Jadi teman-teman tadi malam menunggu jam 00.00 untuk menyaksikan saya melepas baju Polri kemudian menjadi seorang purnawirawan, kembali menjadi seorang sipil," kata Tito saat serah terima jabatan Mendagri di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Tito mengatakan, dirinya bukan hanya melepas jabatan sebagai Kapolri, tetapi juga menyelesaikan tugas sebagai anggota kepolisian.

Oleh karenanya, ia berkelakar untuk tidak lagi dipanggil jenderal polisi, tetapi purnawirawan.

"Jangan lagi panggil saya ini ya, apa namanya itu jenderal polisi, tambahin plus purnawirawan," ujar Tito sambil tertawa.

Tito mengatakan, secara usia, dirinya sebenarnya masih bisa menjadi bagian dari polisi hingga 3 tahun ke depan.

Sebab, usia pensiun polisi 58 tahun, sedangkan usia Tito saat ini belum 55 tahun.

Bagi Tito, menjadi bagian dari kementerian adalah hal yang baru.

Namun demikian, meski kultur Kemendagri berbeda dengan Polri, Tito yakin dapat menyesuaikan diri.

"Bagi saya sendiri menjabat di Kemendagri ini jujur adalah hal baru bagi saya, masuk dalam lingkungan yang sepenuhnya sipil, yang memiliki kultur kemudian tata nilai yang mungkin berbeda dengan di kepolisian," kata Tito.

Jenderal Polisi Purnawirawan Tito Karnavian diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri
Jenderal Polisi Purnawirawan Tito Karnavian diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (VIA KOMPAS.COM)

BIOFILE

Nama lengkap: Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D 

Tempat tanggal lahir: Palembang, 26 Oktober 1964

Pendidikan umum:

- SD Xaverius 4 Palembang (1976)

- SMP Xaverius 2 Palembang (1980)

- SMA Negeri 2 Palembang, Sumatera Selatan (1984)

- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris (1993)

- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta (1996) 

- Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (1998)

- Massey University, New Zealand (1998)

Riwayat Jabatan:

- Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)

- Kanit Jatanras Reserse polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987-1991)

- Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991-1992)

- Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)

- Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996-1997)

- Sespri Kapolri (1997-1999)

- Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999-2000)

- Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)

- Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002)

- Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002–2003)

- Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003–2005)

- Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)

- Kapolres Serang Polda Banten (2005)

- Kasubden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri (2005)

- Kasubden Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006)

- Kasubden Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006–2009)

- Kepala Densus 88 Antiteror (2009)

- Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2009)

- Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011–21 Sept 2012)

- Kapolda Papua (2012-2014)

- Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) (2014)

- Kapolda Metro Jaya (2015-2016)

- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2016) -

Kapolri (2016-2019)

Penghargaan:

- Adhi Makayasa (1987)

- Bintang Wiyata Cendekia (1996)

- Bintang Seroja (2011)

Keluarga:

- Tri Suswati (isteri)

- Anak: 3

(Tribun-medan.com/Kompas.com)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved