Kasus Kanker Payudara di Indonesia Duduki Peringkat Pertama

Berdasarkan data WHO tahun 2018, kasus kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama

Kasus Kanker Payudara di Indonesia Duduki Peringkat Pertama
Ilustrasi/naturesgist.com
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berdasarkan data WHO tahun 2018, kasus kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama dibandingkan kasus kanker yang lain.

Kasus kanker payudara pada wanita yaitu 56.256 kasus per tahun, dengan angka kematian 22.692 kasus per tahunnya.

Dokter spesialis Onkologi, dr. Yendri Januari, SpB(K)Onk menuturkan, bahwa deteksi dini kanker payudara melalui langkah SADARI sebaiknya dilakukan secara berkala oleh para wanita di semua rentang usia.

“Meskipun memang kebanyakan kasus kanker payudara terjadi di usia 40 tahun ke atas,” ujarnya Kamis (24/10/2019).

Ia menuturkan, kanker payudara bisa juga terjadi pada pria.

Oleh karena itu, penyakit ini perlu diwaspadai oleh semua kalangan.

“Kalau memang sudah dinyatakan memiliki kanker payudara, sebaiknya segera melakukan terapi sesuai dengan stadiumnya, seperti kemoterapi, terapi hormon dan lain-lain,” tuturnya.

Ia menerangkan, semakin cepat bisa terdeteksi, dokter dapat melakukan langkah terbaik untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas.

“Saya menyarankan pula bahwa tiap wanita tidak perlu ragu dan jangan menunda untuk memeriksakan diri langsung ke dokter jika memang merasa menemukan tanda-tanda kanker payudara pada tubuhnya,” terangnya.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan penuh kampanye Breast Cancer Awareness yang bertepatan pada Oktober ini, YOUVIT multivitamin gummy mengadakan event bertajuk Care & Cure: Fight Back Breast Cancer.

Event ini terdiri dari talkshow dengan dr. Yendri Januari, SpB(K)Onk, Pinklove Indonesia, sesi meditasi kesehatan bersama Rumah Barito dan konsultasi nutrisi serta cek kesehatan gratis.

Nutrition Expert YOUVIT multivitamin gummy, Rachel Olsen, mengatakan nutrisi alami sebenarnya memiliki peranan penting untuk proses reproduksi sel pada tubuh.

“Kalau tubuh kita tidak cukup mendapatkan nutrisi alami seperti vitamin dan mineral tiap harinya, secara perlahan ini dapat mengganggu proses pembentukan sel baru,” terangnya.

Ia mengatakan, jika hal tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sel akan berpotensi untuk tumbuh secara abnormal, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tumor bahkan kanker.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved