Sempat Tertutup Longsor, Ruas Jalan Medan-Aceh Singkil di Pakpak Bharat Sudah Bisa Dilintasi

Ruas jalan nasional penghubung Sumut-Aceh di kawasan Nantampuk Mas, sekitar 500 meter dari gapura perbatasan

Sempat Tertutup Longsor, Ruas Jalan Medan-Aceh Singkil di Pakpak Bharat Sudah Bisa Dilintasi
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Mobil melintas di ruas jalan nasional penghubung Sumut-Aceh tertimbun longsor di kawasan sekitar Rumah Makan (rest area) Nantampuk Mas, Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis (24/10/2019) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Ruas jalan nasional penghubung Sumut-Aceh di kawasan Nantampuk Mas, sekitar 500 meter dari gapura perbatasan, wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, tertutup longsor. Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pohon-pohon.

Pantauan Tribun Medan, Kamis (24/10/2019) pagi, jalan tertutup longsor telah dibersihkan sebagian dan kini bisa dilewati satu kendaraan seukuran truk.

Menurut warga sekitar, longsor terjadi pada Rabu (23/10/2019) sore kemarin. Tiada korban jiwa akibat peristiwa ini. Puluhan kendaraan, baik dari arah Medan, maupun dari Aceh, sempat terjebak macet.

"Sekitar jam 16.00 WIB kemarin terjadinya. Enggak ada korban jiwa, cuma macet panjang saja. Untung para pengendara enggak egois, membuat-buat jalur baru. Sehingga begitu petugas datang, lalu lintas mudah diatur," kata perempuan pekerja di Rumah Makan Nantampuk Mas yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP kepada Tribun Medan, Kamis (24/10/2019) pukul 11.00 WIB.

Warga lainnya, Paimin Simaibang mengatakan, longsor menyebabkan macet selama ditaksir empat jam lebih.

"Aku lewat di situ semalam, bawa mobil. Terpaksa balik kanan jadinya lewat daerah Panjaratan (jalan alternatif Pakpak Bharat-Dairi)," kata Paimin yang ditemui Tribun Medan di Sidikalang, hari yang sama.

Kasat Lantas Polres Pakpak Bharat, Iptu Ikat Lubis mengatakan, arus lalu lintas mulai lancar setelah satu alat berat milik Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional diturunkan untuk membersihkan material longsor.

"Sekitar jam 20.30 WIB kemarin baru bisa lancar," kata Ikat kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

Ikat membenarkan perihal tiada korban jiwa yang timbul dalam bencana alam longsor tersebut.

Ia pun mengimbau masyarakat luas yang hendak bepergian melalui jalur tersebut untuk senantiasa waspada, karena cuaca hujan tinggi masih melanda wilayah Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat dan sepanjang jalur merupakan lereng perbukitan yang bertanah labil, sehingga rawan longsor.

Sebagai informasi, sebulan terakhir ini, hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Dairi. Tak peduli pagi, siang, atau malam hari. Langit di atas Dairi senantiasa diselimuti awan tebal.

Kemarin sebelum longsor terjadi, hujan mengguyur wilayah Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat sejak jelang siang hingga malam hari.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved