Berkeringat Bersama Jokowi Maruf tapi PBB dan Yusril tak Masuk Kabinet, Begini Reaksi Petinggi PBB

"PBB partai kecil walaupun gagah berani berjuang, tetapi tetap selalu mawas diri, bahwa kekuasaan itu akan datang pada waktunya,...''

Editor: Tariden Turnip
Biro Setpres/Kris/Rusman
Berkeringat Bersama Jokowi Maruf tapi PBB dan Yusril tak Masuk Kabinet, Begini Reaksi Petinggi PBB. Presiden Jokowi mempersilakan Yusril duduk usai bersalaman di Istana Bogor. 

Berkeringat Bersama Jokowi Maruf tapi PBB dan Yusril tak Masuk Kabinet, Begini Reaksi Petinggi PBB

KURSI Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju sudah terisi tanpa ada wakil dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Padahal PBB adalah satu pengusung Jokowi Maruf di Pilpres 2019.

Bahkan Yusril Ihza Mahendra pendiri Partai Bulan Bintang (PBB) merupakan ketua tim hukum Jokowi Maruf saat menghadapi gugatan Prabowo Sandiaga di Mahkamah Konstitusi.

Padahal dua partai kecil pengusung Jokowi Maruf yakni Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) punya masing-masing satu wakil dari 12 wakil menteri yang dilantik di Istana Negara, Jumat (25/10/2019).

Yakni Angela Hary Tanoesoedibjo dari Partai Perindo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Surya Tjandra dari PSI sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Berikut daftar lengkap wakil menteri pilihan Jokowi:

1. Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar

2. Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono

3. Wakil Menteri Agama: Zainut Tauhid Sa'adi

4. Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara

5. Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga

6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: John Wempi Wetipo

7. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong

8. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Budi Arie Setiadi

9. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional: Surya Tjandra

10. Wakil Menteri BUMN: Budi Gunadi Sadikin

11. Wakil Menteri BUMN: Kartika Wiryoatmojo

12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Hary Tanoesoedibjo

Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono angkat bicara soal tidak ada satupun perwakilan parpolnya di pemerintahan.

Padahal, partai besutan Yusril Ihza Mahendra ini jadi salah satu parpol yang 'berkeringat' di pilpres 2019.

"Pak Yusril secara pribadi diminta secara resmi menjadi ketua tim hukum paslon 01.

Seingat saya tidak ada portofolio yang ditawarkan untuk pak Yusril jika menang, dan sebaliknya yang diminta oleh Pak Yusril," kata Sukmo saat dihubungi, Jumat (25/10/2019).

Namun demikian, dia menyatakan wajar seandainya ada beberapa masyarakat yang kaget tak ada perwakilan dari PBB.

Sebab, kata dia, Yusril dianggap pernah tampil terdepan membela paslon 01 di sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bagaimana Pak Yusril tampil di MK mematahkan argumen tim hukum 02, dan MK memenangkan Pak Jokowi. Maka wajar jika sekarang masyarakat kaget ketika PBB tidak mendapat 1 pun wakil nya di pemerintahan," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menyatakan tidak masalah dengan keputusan Jokowi.

Sukmo bilang, pihaknya ikhlas telah mendukung penuh dan berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Bagi Pak Yusril dan PBB bukan masalah dalam hal ini ditinggal.

Kemenangan Pak Jokowi yang akan membawa Indonesia lebih baik, jauh lebih penting dibanding sekedar menempatkan kader PBB di pemerintahan," tegasnya

"PBB partai kecil walaupun gagah berani berjuang, tetapi tetap selalu mawas diri, bahwa kekuasaan itu akan datang pada waktunya, ikhlas bekerja tanpa pamrih, tetap kawal pak Jokowi," tutupnya.

Sebelumnya saat pengumuman personil Kabinet Indonesia Maju Rabu (23/10/2019), Yusril Ihza Mahendra  yang diwawancarai media mengaku tak pernah mendapatkan tawaran apapun untuk mengisi jabatan salah satu pos menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin.

Yusril mengaku tak kecewa lantaran dirinya memang tak pernah meminta menjadi menteri.

Ia kemudian mengucapkan selamat bekerja kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin atas pelantikan kedua beliau.

Sekaligus ucapan selamat kepada para menteri, anggota Kabinet Indonesia Maju yang dilantik Rabu (23/10/2019).

Dengan pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden, Yusril mengatakan tugasnya sebagai penasehat hukum sebagai Capres dan Cawapres juga sudah selesai.

Yusril selanjutnya akan tetap menjadi advokat profesional sesuai sumpah jabatan advokat.

“Menjadi advokat adalah profesi yang selama ini saya tekuni.

Nampaknya inilah ladang tempat saya mengabdi kepada negara dan bangsa," ucap Yusril Ihza Mahendra, dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews.com.

Yusril pun berharap dalam Kabinet Menteri, pembangunan norma hukum akan menempuh jalan yang benar.

Begitu pula penegakan hukum. Salah satu agenda penting bangsa ini, lanjut Yusril adalah pembenahan masalah hukum.

"Yang dibutuhkan oleh sebuah bangsa untuk maju adalah adanya norma hukum yang adil, rasional, sistematik dan harmoni satu sama lainnya," kata dia.

Jangan sampai, katanya terjadi tabrakan antar norma hukum.

Kepastian hukum harus terjamin dengan penegakannya yang konsisten.

Meskipun dirinya kini berada di luar pemerintahan, Yusril mengatakan dia tetap akan membantu pemerintah jika dibutuhkan.

“Saya tetap akan menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan berharap pemerintahan Joko Widodo periode kedua ini sukses membawa bangsa dan negara menuju kejayaan,” kata Yusril.

Sebelumnya Ali Ngabalin juga sempat disebut oleh Dahnil Azhar bahwa posisinya terancam di Istana.

Hal tersebut karena dirinya tak dijadikan menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Haris Azhar, seorang penggerak HAM menyebut bahwa posisi Ali Ngabalin terancam lantaran Prabowo Subianto masuk dalam kabinet.

Dengan hal itu pasukan dari Prabowo bisa saja masuk ke istana.

Namun, Ali Ngabalin menjawab tuduhan itu dengan tak perlu meragukan posisinya di Istana.

Hal tersebut disampaikan di acara program acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tvOne, Selasa (22/10/2019).

"Jadi bang Haris Azhar, tidak usah antum ragu kalau nanti saya kehilangan panggung dengan adindaku (Dahnil Anzar), tidak, kami ini sama-sama berbagi, dan kami ini sama-sama kader Muhammadiyah, saya pemuda Muhammadiyah, dia pemuda Muhammadiyah, saya kakaknya tidak usah ragu itu bang, untuk kepentingan negara," jawab Ali Ngabalin.

Berkeringat Bersama Jokowi Maruf tapi PBB dan Yusril tak Masuk Kabinet, Begini Reaksi Petinggi PBB

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yusril Telah 'Berkeringat' Bela Jokowi-Ma'ruf di MK, PBB Ikhlas Tak Dapat Jatah

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved