Minat Batik Medan Kian Tinggi, Ardhina Batik Bisa Jual hingga 500 Lembar Kain Per Bulan

Produk kain batik yang dihasilkan di Ardhina Batik merupakan hasil dari batik cap dan tulis.

Minat Batik Medan Kian Tinggi, Ardhina Batik Bisa Jual hingga 500 Lembar Kain Per Bulan
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Asisten Pemilik Ardhina Batik, Dina menunjukkan kain batik di Plaza Medan Fair, Jumat (25/10/2019). Dalam sebulan, batik Medan ini bisa terjual hingga 500 lembar kain 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Batik menjadi produk yang digandrungi di Indonesia. Peminat batik bahkan dari dari berbagai negara karena keindahannya yang juga tersohor sampai ke mancanegara. Selama ini batik hanya terkenal di Pulau Jawa, tapi ternyata Medan pun punya batik.

Asisten Pemilik Ardhina Batik, Dina mengatakan usaha tersebut sudah ada sejak 2010. Produk kain batik yang dihasilkan di Ardhina Batik merupakan hasil dari batik cap dan tulis. Selain menjual kain, pihaknya juga menjual pakaian batik yang sudah dijahit menjadi baju.

"Coraknya tentu berbeda dengan batik dari daerah lainnya. Kita buat coraknya yang khas dengan Medan, ada motif sadum, becak, hingga kopi," ujar Dina kala ditemui di Plaza Medan Fair, Jumat (25/10/2019).

Dina menuturkan Ardhina Batik memproduksi dan memasarkan batik Medan di Jalan Bersama Gg. Musyawarah No.2, Bantan, Kec. Medan Tembung. Namun selain mempunyai galeri, produk-produk Ardhina Batik ini juga dipasarkan secara online melalui e commerce dan juga sosial media.

"Dulu awalnya bisa bangun usaha batik karena ada pelatihan dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Medan kepada kami. Sekarang peminat batik Medan ini banyak seperti dinas-dinas dan wisatawan yang berkunjung ke Medan," katanya.

Dalam sebulan, batik Medan ini bisa terjual hingga 500 lembar kain. Motif yang paling disukai saat ini adalah motif yang sangat khas dengan kehidupan masyarakat Medan seperti becak motor.

"Dulu awal buka banyak sekali permintaan untuk batik yang bercorak batak seperti ulos. Tapi kalau sekarang permintaan paling banyak itu yang motifnya berhubungan dengan Melayu dan Kota Medan," jelasnya.

Batik Medan ini pun diminati oleh wisatawan, kata Dina batik Medan ini pernah dibeli wisatawan dari beberbagai negara seperti Italia. Wisatawan yang berkunjung ke Medan menjadikan wilayah tersebut menjadi destinasi bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin mengetahui batik Medan.

"Untuk harga jualnya tergantung kain. Untuk kain katun dihargai Rp 150 ribu per dua meter atau ukuran pas untuk dijadikan satu baju. Kalau batik tulis bisa lebih mahal mulai harga Rp 500 an ribu," jelasnya.

Dina menceritakan awal membangun bisnis ini, modal yang digelontorkan cukup besar. Mengingat bahan-bahan untuk membatik tidak mudah ditemukan di Kota Medan.

"Semua bahan kami beli dari Pekalongan. Ongkos kirim ke Medan cukup mahal, maka dari itu modal yang dikeluarkan untuk bangun usaha ini juga cukup besar," imbuhnya.

Dikatakan Dina, untuk membangun bisnis batik, kemampuan membatik dan modal tak cukup. Perlu untuk memperhatikan lokasi pembuatan batik seperti tempat pengolahan dan pembuangan limbahnya. "Kami atur semua hingga pembuangan limbahnya, agar masyarakat sekitar juga enggak terganggu," pungkas Dina.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved