Breaking News:

Bupati Dairi Minta Bantuan Dirjen Peternakan Kendalikan Virus Demam Babi

Pejabat Ditjen Peternakan juga blusukan ke kawasan permukiman penduduk yang banyak peternak babi di Jalan Sidikalang-Kutabuluh Km 2.

Penulis: Dohu Lase
TRIBUN MEDAN/HO
Bupati Dairi, Eddy Berutu (kiri) duduk berdampingan dengan Direktur Kesehatan Hewan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Kementan RI, Fadjar Sumping Tjatur Rassa (kanan), saat turun menemui masyarakat di kawasan Jalan Sidikalang-Kutabuluh Km 2 untuk menyosialisasikan perihal penyakit babi yang sedang mewabah di Dairi, baru-baru ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Menyikapi mewabahnya virus hog cholera alias kolera babi di Kabupaten Dairi sejak lebih sebulan terakhir ini, Bupati Eddy Berutu ternyata diam-diam melakukan rapat bersama Direktur Kesehatan Hewan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Kementan RI, Fadjar Sumping Tjatur Rassa, baru-baru ini.

Kabag Humas dan Keprotokolan Setdakab Dairi, Palti Mansur Pandiangan saat dikonfirmasi Tribun Medan terkait hal ini mengungkapkan, hasil rapat tersebut, pejabat Ditjen Peternakan langsung bertindak mengambil sampel babi korban serangan virus guna dibawa untuk diteliti.

Selain pengambilan sampel, lanjut Palti, pejabat Ditjen Peternakan juga blusukan ke kawasan permukiman penduduk yang banyak peternak babi di Jalan Sidikalang-Kutabuluh Km 2, untuk menyosialisasikan perihal penyakit babi ini.

"Tim penyuluh turun ke lapangan untuk meninjau kondisi lapangan dan memetakan di mana daerah terserang wabah, berapa jumlah ternak babi yang terkena, dan lain-lain. Itu sebagai dasar untuk mengetahui penyebab kematian ternak babi warga," tutur Palti kepada Tribun Medan via selulernya, Minggu (27/10/2019).

Palti mengatakan, rapat bersama Direktur Kesehatan Hewan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Kementan RI tersebut merupakan wujud keprihatinan sekaligus upaya serius Pemkab Dairi untuk meredam laju penyebaran virus kolera babi di Dairi

"Bupati ingin agar dalam sosialisasi ini diketahui pasti dampak yang timbul dari langkah-langkah pengendalian yang hendak diambil, baik secara ekonomi, maupun sosial, agar kita dapat menempatkan masalah ini secara proposional, sehingga media dan pemerhati paham dan tidak menimbulkan akses lain yang dapat menambah pekerjaan kita," tutur Palti.

Pada rapat tersebut, lanjut Palti, Ditjen Peternakan menegaskan, virus kolera babi dan virus demam babi Afrika tidak menjangkiti manusia. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak perlu panik, apalagi sampai fobia terhadap babi.

"Dari penuturan Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan, virus yang menyerang ternak babi di Dairi saat ini tidak dapat menular terhadap manusia. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Dairi, atau bahkan di Indonesia, saja. Di Republik Rakyat Tiongkok, virus African Swine Fever juga sedang mewabah saat ini," ujar Palti.

Palti mengatakan, pencegahan penyebaran virus kolera babi ini amat butuh peran aktif masyarakat, antara lain dengan cara tidak membuang bangkai babi terserang virus secara sembarangan, melainkan dibakar, lalu dikubur.

"Selain itu, untuk sementara para peternak babi diimbau mengkarantina ternak-ternaknya yang masih sehat hingga pengendalian terhadap virus ini oleh Dinas Pertanian selesai ditangani," ujar Palti mengakhiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved