Para Intelektual dan Sultan Melayu Sepakati Delapan Isi Maklumat Kesatuan Pandangan

Sejumlah Intelektual Melayu dan beberapa Sultan Kerajaan Melayu sepanjang pantai timur Sumut mendeklarasikan Pakat Melayu.

Para Intelektual dan Sultan Melayu Sepakati Delapan Isi Maklumat Kesatuan Pandangan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Deklarasi Pakat Melayu yang dilangsungkan di Hotel Emerald Garden Medan 26-27 Oktober 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah Intelektual Melayu seperti Djohar Arifin Husin, Agussani, Sakhyan Asmara, Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim, Subhilhar, Khairil Anshari dan beberapa Sultan Kerajaan Melayu sepanjang pantai timur Sumut mendeklarasikan Pakat Melayu.

Maklumat Pakat Melayu ini, berisi delapan poin yang menjadi kesepakatan pandangan untuk menyongsong masa depan.

Dengan memohon Ridho Allah SWT, seraya menjunjung petuah Melayu: beramu tak merusak kayu, berontan tak merusak hutan, bergetah tak merusak rimba, berumah tak merusak tanah, berkampung tak merusak gunung, berladang tak merusak padang, tanda orang memegang amanah, ingat adat dan lembaga, laut dikungkung hutan dijaga, maka dengan ini segenap elemen masyarakat Melayu Sumatera Utara menyepakati Pakat Melayu.

Adapun isinya :

1. Memperkuat Kehidupan Beragama, sebagai upaya mewujudkan jati diri masyarakat Melayu yang islami, beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

2. Memperkuat Penghayatan dan Pelestarian Adat Budaya Melayu, untuk menjunjung tinggi, menghidupkan, dan melestarikan adat istiadat Melayu, menumbuhkembangkan kekayaan khasanah Budaya Melayu, menghormati keberadaan para Kesultanan dengan mengembalikan fungsi Kesultanan sebagai pembina adat di wilayah Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,

3. Meningkatkan Kualitas SDM Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, guna meningkatkan kualitas Masyarakat Melayu, memperluas akses informasi dan kesempatan mengenyam pendidikan, sehingga memperkuat daya saing masyarakat Melayu.

4. Meningkatkan Kualitas Kehidupan dengan Mengembangkan Potensi Ekonomi, untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian dan peran masyarakat Melayu dalam berbagai kegiatan ekonomi produktif, memperluas kesempatan kerja, menjadi pelaku usaha dan mengentaskan kemiskinan di kalangan masyarakat Melayu.

5. Meningkatkan Peran Masyarakat Melayu dalam Politik, untuk dapat turut serta berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi di Indonesia, memunculkan kader-kader masyarakat Melayu menjadi pemimpin politik di masyarakat.

6. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial , untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Melayu yang lebih berkeadilan, sejahtera, sehat jasmani dan rohani.

7. Mengusulkan kepada pemerintah Sumatera Utara untuk membentuk badan percepatan pembangunan pantai timur. Hal ini berdasarkan kondisi ketimpangan kehidupan, kerusakan lingkungan, kemiskinan yang meningkat di wilayah tersebut.

8. Menjadikan saran dan pendapat yang disampaikan para tokoh Melayu dalam forum Pakat Melayu, sebagai masukan untuk ditindaklanjuti dalam rangka membangun dan mengembangkan masyarakat Melayu secara menyeluruh.

Maklumat ini sebagai suatu kesatuan pandangan seluruh Peserta Pakat Melayu demi kemajuan masyarakat Melayu Sumatera Utara di negara Republik Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved