Rahasia YM Bhikkhu Punnajato Mahathera Berhasil Lewati Dua Puluh Masa Vassa

Sampai dua puluh Masa Vassa bukanlah hal yang sulit, asalkan mau mencoba, tapi sayangnya masih banyak umat Buddha di Indonesia yang lebih. .

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Perayaan Syukuran Masa Pengabdi Dua Dasa Vassa (Mahathera) Sangha Agung Indonesia, di Selecta Ball Room, Jalan Listrik Nomor 2, Petisah Tengah, Medan, Minggu (27/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Melewati dua puluh Masa Vassa tentunya bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan, seperti waktu, tenaga, pikiran, materi dan lainnya.

Namun hal tersebut dapat dilewati YM. Bhikkhu Punnajato Mahathera dengan sukses dan penuh suka cita tanpa kekurangan suatu apapun. Ia bahkan mengatakan, melewati dua puluh tahun pengabdian ini bukanlah hal yang sulit, selama ada niat baik serta ketulusan hati.

"Sampai dua puluh Masa Vassa bukanlah hal yang sulit, asalkan mau mencoba, tapi sayangnya masih banyak umat Buddha di Indonesia yang lebih banyak khawatir sebelum mencoba dan akhirnya gagal," katanya saat menyampaikan ceramah dalam Perayaan Kathinakala Sagin sekaligus syukuran Masa Pengabdian 20 Masa Vassa yang diselenggarakan di Selecta Ball Room, Jalan Listrik Nomor 2, Petisah Tengah, Medan, Minggu (27/10/2019).

YM. Bhikkhu Punnajato Mahathera yang merupakan putra pertama suku Karo yang berhasil melewati dua puluh masa Vassa tersebut mengatakan, selama perjalanan dua puluh tahun ini kerap berpindah dari daerah satu ke daerah lainnya sehingga belum bisa membangun Vihara.

"Saya sangat berterimakasih kepada umat Buddha. Saya bisa meneruskan hingga saat ini karena banyak dukungan umat. Karena saya boleh dikatakan hidup nomaden, alias berpindah-pindah. Selama dua puluh tahun masa Vassa saya belum membangun Vihara," katanya.

Perayaan Syukuran Masa Pengabdi Dua Dasa Vassa (Mahathera) Sangha Agung Indonesia, di Selecta Ball Room, Jalan Listrik Nomor 2, Petisah Tengah, Medan, Minggu (27/10/2019).
Perayaan Syukuran Masa Pengabdi Dua Dasa Vassa (Mahathera) Sangha Agung Indonesia, di Selecta Ball Room, Jalan Listrik Nomor 2, Petisah Tengah, Medan, Minggu (27/10/2019). (TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN)

Ia bercerita pada bulan 6 Mei 2000 Ia resmi menjadi biku di Bangkok Thailand selanjutnya pada tahun 2003 Ia kembali ke Indonesia dan menjalankan masa vassanya yang ke empat di Wihara Vipassana Giri kepulauan Riau, kemudian ke Sidikalang, Medan, Binjai dan Tanjung Balai.

"Semua umat membuat saya senantiasa betah menjadi biku, karena umat sangat baik kepada biku, kalau umat tidak baik, saya pasti sudah lari, jadi terimakasih semuanya," katanya sambil tertawa.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved