TRIBUNWIKI

Bakcang Penganan Tradisional Tionghoa Medan

Menurut legenda, Bakcang pertama muncul pada zaman Dinasti Zhou berkaitan dengan simpati rakyat kepada Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat

Bakcang Penganan Tradisional Tionghoa Medan
TRIBUN MEDAN/HO/Hilfani
Bakcang 

TRIBUN-MEDAN.com - Bakcang atau bacang merupakan penganan tradisional masyarakat Tionghoa Medan. Tak hanya penganan masyarakat Tionghoa Medan, Bakcang bahkan menjadi penganan masyarakat Tionghoa Indonesia.

Kata "Bakcang" berasal dari dialek Hokkian yang lazim dibahasakan di antara suku Tionghoa di Indonesia.

Biasanya penganan ini ditemui setahun sekali pada saat perayaan hari besar masyarakat Tionghoa. Menurut legenda, Bakcang pertama muncul pada zaman Dinasti Zhou berkaitan dengan simpati rakyat kepada Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo.

Pada saat itu, bakcang dilemparkan rakyat sekitar ke dalam sungai untuk mengalihkan perhatian makhluk-makhluk di dalamnya supaya tidak memakan jenazah Qu Yuan. Untuk kemudian, penganan bakcang menjadi salah satu simbol perayaan Peh Cun atau Duanwu.

Secara harfiah Bakcan yaitu "bak" ialah daging dan "cang" adalah berisi daging jadi Arti bakcang adalah berisi daging, tetapi pada praktiknya selain yang berisi daging ada juga cang yang berisikan sayur-sayuran atau yang tidak berisi.

Selain itu, penganan ini tidak semua orang Tionghoa bisa membuatnya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membuat olahan penganan Bakcang ini.

Konon kabarnya juga, di Kota Medan penganan Bakcang sangat sulit temui di pusat pembelanjaan dan di pasar Medan, apalagi penganan Bakcang yang halal.

Nah, bagi anda yang ingin menikmati kelezatan Bakcan penganan khas Tionghoa yang halal. Anda bisa memesan pada seorang mahasiswi Magister Ilmukomunikasi USU, Hilfani Shaliha, yang merupakan keterunan suku Tionghoa Muslim.

Hilfani melestarikan penganan tradisional Tionghoa halal seperti Bakcang dengan cara menjual penganan tersebut via online. Pertama via instagram @bacanghalalmedan dan kedua melalui whatsapp 085277063333.

Penganan Bakcang dijual Hilfani perbungkusnya senilai Rp 30 ribuan, selain Bakcang masih ada lagi menu-menu penganan tradisional Tionghoa. Hilfani menceritakan bahwa menjual dan mengorder ini hanya setiap hari Rabu dan Sabtu.

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved