Kasus Dugaan Korupsi DBH Labura dan Labusel Jadi Perhatian Ditkrimsus Polda Sumut
Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap tiga kasus yang mereka tangani.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap tiga kasus yang mereka tangani.
Kasus tersebut masing-masing, Dugaan Korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Labura dan Labusel, kasus dana hibah KNPI Binjai Tahun Anggaran (TA) 2016-2018 sebesar Rp 500 Juta, dan Kasus Galian C di daerah Langkat, Samsul Tarigan.
"Ketiga kasus tersebut masih dalam pengembangan penyelidikan," kata Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana, Selasa (29/10/2019).
Orang nomor satu di Krimsus Polda Sumut ini menyebutkan untuk kasus DBH PBB Labura dan Labusel, pihaknya masih melengkapi kekurangan yang diminta pihak Bareskrim Polri.
"Ada dua poin yang harus kita lengkapi. Namun saya tidak bisa mempublish dua poin kekurangan itu. Kita dapat dua poin yang kurang setelah melakukan gelar perkara di Mabes Polri Minggu lalu,"terangnya.
Untuk kasus dana Hibah KNPI Binjai, aku Rony, pihaknya masih menunggu hasil kerugian negara dari BPKP.
"Kita sudah meminta tolong kepada pihak BPKP untuk melakukan perhitungan kerugian negara terkait hal ini,"ujarnya.
Rony mengaku, dalam hal ini, pihaknya tidak bisa mendesak atau mengintervensi pihak BPKP. Karena, akunya, pasti tugas mereka juga banyak.
"Makanya sifatnya kita menunggu. Bukan kita yang mau memperlambat kasus ini,"katanya.
Sementara itu, untuk kasus Galian C yang menyeret Samsul Tarigan, masih dikatakan pria dengan melati tiga dipundaknya ini, penyidik masih mencari keterkaitan Samsul Tarigan dalam galian C tersebut.
"Yang kita tahu, menurut penuturan Putra Tarigan, semua galian C itu merupakan miliknya. Padahal yang kita tahu, itu milik Samsul. Makanya sekarang kita sedang mencari bukti kuat untuk hal itu,"jelasnya.
Sekarang, akunya, pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap Putra Tarigan.
"Kita berharap bisa bisa melakukan penangkapan kepada Samsul Tarigan. Sabar dulu dan mohon doanya ya kawan-kawan,"ujarnya.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rony_samtana_polda.jpg)