Breaking News:

Tiga Kurir Sabu 60 Kg Dituntut Jaksa Hukuman Mati, Begini Reaksi Para Terdakwa

Dalam perkara ini jaksa menilai ketiga terdakwa terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 60 kilogram.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya |
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 60 kilogram, Setiawan Al Ghazali, Susanto alias Awi dan Awi Kevin alias Adi saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan hukuman dari JPU di ruang Kartika PN Kisaran, Selasa (29/10/2019). Ketiganya oleh JPU dituntut dengan hukuman mati. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Susanto alias Awi, Setiawan Al Ghazali alias Wan dan Awi Kevin alias Adi hanya bisa tertunduk saat jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara menuntut ketiganya dengan hukuman mati.

Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka, saat digelandang dari ruang sidang hingga menuju ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke Lapas Labuhan Ruku, Batubara.

Dalam perkara ini jaksa menilai ketiga terdakwa terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 60 kilogram.

Sehingga perbuatan ketiga terdakwa warga Riau itu, dinilai bertentangan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan masing-masing terdakwa dengan hukuman mati," kata JPU, David Silitonga, di Ruang Kartika PN Kisaran, Selasa (29/10/2019).

Jaksa menjelaskan tuntutan itu diberikan kepada terdakwa, karena ketiganya tidak mengikuti program pemerintah untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika.

"Terdakwa Setiawan dan Susanto sebelumnya pernah melakukan perbuatan yang sama, yaitu mengantarkan sabu seberat 30 kilogram dari Riau menuju Palembang," jelasnya.

Mendengar tuntutan yang diajukan JPU terhadap majelis hakim yang diketuai Ulina Marbun, ketiga terdakwa melalui penasehat hukum, Rahmad Abdillah menyatakan akan menyampaikan nota pledoi untuk dibacakan pada persidangan pekan depan.

"Kami mengajukan pledoi yang mulia," kata Rahmad.

Diketahui, kasus ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) memberhentikan satu unit mobil Innova warna abu-abu, BM 1033 BA di Jalan Lintas Sumatera, Batubara tepatnya di depan SMP Negeri 1 Limapuluh pada Jumat (12/4/2019) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved