Restoran Didenda Rp 877 Juta, Tak Beri Informasi Harga dalam Menu Makanan Untuk Wanita

Sebuah restoran terkenal di Peru baru-baru ini didenda $ 62.000 karena dianggap mendiskriminasi wanita.

Restoran Didenda Rp 877 Juta, Tak Beri Informasi Harga dalam Menu Makanan Untuk Wanita
Pixabay
Ilustrasi pria dan wanita makan di restoran 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah restoran terkenal di Peru baru-baru ini didenda $ 62.000 karena dianggap mendiskriminasi wanita.

Restoran itu bernama La Rosa Nautica. Sebuah tempat makan mahal yang dibangun dengan pemandangan menghadap ke laut Kota Lima.

Mereka diharuskan membayar denda sebesar 210.000 sol (Rp 870 juta) memberikan buku menu yang berbeda antara pengunjung wanita dan pria.

Pengunjung laki-laki akan diberi menu berwarna biru, dengan menampilkan pilihan makanan bersama harganya.

Sedang pengunjung wanita diberikan buku menu berwarna emas, dengan tidak menunjukkan harga sama sekali.

Ketika ditanyai alasannya menerapkan cara itu, pemilik restoran menyebut bahwa ini adalah cara mereka untuk menyenangkan perempuan.

Mereka ingin perempuan bisa menikmati makan malam romantis, tanpa harus khawatir soal biaya.

Namun sayang, Lembaga Pertahanan Persaingan Bebas dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Peru menyebut aksi itu sebagai diskriminasi terhadap perempuan.

Dalam keputusan mereka, dinyatakan bahwa semua wanita harus memiliki akses ke menu yang sama dengan pria.

"Hal-hal kecil ini mungkin tampak tidak berbahaya. Tapi ini adalah dasar dari konstruksi chauvinistik yang memperkuat perbedaan antara pria dan wanita " kata Liliana Cerrón, seorang pejabat di lembaga itu.

Selain denda Rp 877 juta,, La Rosa Nautica, harus mulai menawarkan menu yang sama kepada semua orang, melatih stafnya dan menempelkan tanda yang menyatakan bahwa diskriminasi tidak akan ditoleransi.

Menariknya, La Rosa Nautica bukanlah restoran pertama yang menawarkan menu tanpa harga pada wanita.

Restoran terkenal Los Angeles L'Orangerie dulu melakukan hal yang sama, memberikan menu putih wanita tanpa harga, dan milik pria berwarna hijau dengan harga.

Tetapi mereka digugat di tahun 1980-an dan sepakat untuk tak melanjutkan praktik itu, dianggap mendiskriminasi.

(cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved