Bayi Berusia Tiga Minggu Nyaris Tertimpa Longsor di Merek

Pada saat kejadian anak dari Jani Roy Tarigan dan istrinya itu sedang berada di dalam rumah bersama keluarga lainnya.

Bayi Berusia Tiga Minggu Nyaris Tertimpa Longsor di Merek
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Kondisi lokasi bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Kamis (31/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEREK - Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, yang terjadi pada Rabu (30/10/2019) malam, diketahui tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, atas kejadian itu seorang bayi yang baru berusia tiga minggu hampir saja menjadi korban.

Pasalnya, pada saat kejadian anak dari Jani Roy Tarigan dan istrinya itu sedang berada di dalam rumah bersama keluarga lainnya. Jani mengaku, sebelum tanah dari tebing yang ada di belakang rumahnya itu anaknya sedang bersama istri, adik, dan keluarganya yang lain.

"Pas longsor itu sedang ada orang di rumah, ada adik, anak kami yang baru lahir pun di dalam. Semuanya sedang memasang api unggun untuk menghangatkan anak," ujar Jani, saat ditemui di lokasi longsor, Kamis (31/10/2019).

Dirinya mengungkapkan, saat kejadian itu dirinya sedang dalam perjalanan kembali dari bekerja. Setibanya di rumah, dirinya melihat rumahnya sudah ramai didatangi warga. Setelah mengetahui rumahnya tertimpa longsoran, dirinya langsung memikirkan istri dan anaknya yang baru lahir itu.

"Pas pulang, ku lihat sudah banyak orang di sini, ya kaget lah langsung mikir anak dan keluarga ada yang kena atau tidak. Tapi syukurnya selamat semua. Sekarang anak sama istri saya sudah mengungsi ke rumah orangtua," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, longsor yang menerjang rumah yang ditinggalinya bersama keluarganya itu terjadi sebanyak dua kali. Ia menjelaskan, longsor pertama terjadi sekira pukul 19.00 WIB dengan timbunan tanah yang tidak terlampau besar. Sementara longsoran kedua, terjadi sekira pukul 23.30 WIB, dan kondisi tanah yang jatuh cukup banyak.

"Longsor kedua itu yang parah, sampai tengah tertimbun. Bagian depan rumahpun sampai ambruk ke depan sana," ucapnya.

Kerabat Jani, Suburita bru Peranginangin, mengaku pada saat peristiwa longsor itu dirinya sedang berada di dalam rumah. Saat itu, dirinya bersama kerabatnya yang lain sedang bersantai sambil menjaga anak dari Jani yang juga sebagai cucunya itu.

"Kami di dalam ramai itu, ada cucu juga masih umur tiga minggu. Kami lagi santai-santai sambil bikin api unggun untuk menghangatkan cucu kami. Tapi tiba-tiba datang tanah, langsung kami ke luar menyelamatkan diri," katanya.

Dirinya mengaku masih bersyukur, karena peristiwa nahas itu tidak terjadi saat tengah malam. Pasalnya, jika longsor terjadi ketika seluruh penghuni sedang tertidur lelap maka anak menimbulkan korban jiwa bersama dengan cucunya tersebut.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved