Boeing Akui Kesalahan Dalam Kecelakaan Pesawat Lion Air di Indonesia

Hal tersebut disampaikan CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sidang dengar pendapat dengan Kongres AS pada Selasa (29/10).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas gabungan membawa kantong berisi puing pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang di Posko Evakuasi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10/2018). Memasuki hari ke-3 pencarian, petugas gabungan terus melakukan pencarian puing pesawat Lion Air JT 610 dan korban. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Pengakuan CEO Boeing ini sejalan dengan temuan KNKT tentang kegagalan sistem MCAS pada pesawat.

Hal tersebut disampaikan CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sidang dengar pendapat dengan Kongres AS pada Selasa (29/10).

"Kami tidak menyalahkan pilot. Itu bukan pernyataan resmi dari perusahaan kami. Kami tahu kami melakukan kesalahan dan menemukan hal yang salah," sebut Muilenburg.

Selain itu, dalam sidang dengar pendapat itu juga dibeberkan bukti baru berupa percakapan pesan singkat dari dua pilot penguji pesawat 737 Max pada November 2016 silam.

Dalam percakapan itu diketahui bahwa kedua pilot menemukan "kegagalan" sistem MCAS yang membuat pesawat tidak bisa dikendalikan secara manual.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang lebih dulu dioperasikan Lion di Thailand. Model inilah yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) pagi.
Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang lebih dulu dioperasikan Lion di Thailand. Model inilah yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) pagi. (lion)

Namun temuan itu tidak disampaikan dalam laporan yang diserahkan Boeing ke pemerintah.

Adapun, temuan itu sejalan dengan hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut terdapat sembilan faktor penyebab kecelakaan Lion Air JT-610 pada 2018 lalu.

Di antaranya adalah sensor tunggal pada sistem MCAS dan kurangnya panduan serta pelatihan bagi pilot mengenai sistem tersebut, sehingga mereka gagal melakukan tindakan penyelamatan.

Dalam rilis resminya, Boeing menanggapi rekomendasi yang diberikan oleh KNKT.

Tertulis bahwa Boeing akan meningkatkan faktor keselamatan penerbangan terutama untuk pesawat jenis 737-800 MAX dan perangkat lunak yang tertanam dalam pesawat.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved