Sepanjang 2019, Polda Sumut Gagalkan Peredaran 1,5 Ton Ganja

"Kami sangat membutuhkan masyarakat untuk melakukan pengungkapan ini," kata AKBP Frenky.

Sepanjang 2019, Polda Sumut Gagalkan Peredaran 1,5 Ton Ganja
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto beserta jajaran memberikan keterangan saat gelar kasus narkoba, di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (28/8/2019). Polda Sumut berhasil menggagalkan peredaran 71 Kg sabu-sabu, 70 Kg ganja kering dan 5.025 butir pil ektasi serta menangkap delapan orang tersangka kasus narkoba tersebut satu diantaranya ditembak mati. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sepanjang tahun 2019, kasus narkotika yang diungkap Direktorat Narkoba Polda Sumut didominasi kasus kepemilikan ganja.

Wadir Narkoba AKBP Frenky mengatakan pihaknya lebih banyak menangkap narkotika jenis ganja sepanjang tahun 2019 dimulai dari Januari sampai akhir Oktober.

"Selama itu, kami mengungkap kasus narkotika sebanyak 4.933 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 6.391 orang,"katanya, Kamis (31/10/2019).

Orang nomor dua di Ditnarkoba Polda Sumut ini mengaku untuk barang bukti narkotika jenis ganja yang diamankan sebanyak 1.439,47 Kg atau hampir 1,5 ton. Sedangkan untuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 566,24 Kg.

"Selain itu, kami juga turut mengamankan ekstasi dengan jumlah 82.087 butir dan pil epilon hanya tiga butir,"ujarnya.

Dilihat dari jumlah tangkapan yang ada, sambung Frenky, peminat masyarakat akan narkotika jenis ganja masih banyak dan diikuti dengan narkotika jenis sabu-sabu.

Maka dari itu, akunya, pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan pengungkapan kasus berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Kami sangat membutuhkan masyarakat untuk melakukan pengungkapan ini. Karena, pemakai dan pengedar narkotika berada di tengah masyarakat,"ujarnya.

Frenky sangat berharap kepada masyarakat untuk tidak takut membuat dan memberikan informasi kepada petugas kepolisian apabila melihat dan atau mengetahui adanya peredaran narkotika jenis apapun itu.

"Jangan takut memberitahukan kepada kami. Setiap informasi dari masyarakat, kami bisa pastikan data dari pemberi informasi tidak akan bocor," katanya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: akb lama
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved