Ini Langkah Preventif Cegah Kanker Payudara

Sekitar 80 persen keluhan awalnya penyakit ini adalah benjolan, tapi tidak terasa sakit dan tidak tahu karena tidak dideteksi dini.

Ini Langkah Preventif Cegah Kanker Payudara
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Ahli bedah onkologi Rumah Sakit Murni Teguh, Albiner Simarmata saat ditemui di ruangan kerjanya. Jumat (1/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Penyakit kanker payudara acapkali menjadi momok bagi kaum wanita.

Menurut Ahli bedah onkologi Rumah Sakit Murni Teguh, Albiner Simarmata, faktor penyebab kanker payudara ini disebabkan dari virus. Penyakit tersebut, kata Albiner dapat dihindari dengan sejumlah langkah preventif.

Ia menuturkan, pencegahan penyakit tersebut juga dilakukan dengan deteksi dini yaitu melakukan pemeriksaan rutin terhadap payudara pada masa 7 hingga 10 hari setelah haid. Deteksi ini dilakukan disarankan satu kali dalam sebulan.

"Sekitar 80 persen keluhan awalnya penyakit ini adalah benjolan, tapi tidak terasa sakit dan tidak tahu karena tidak dideteksi dini atau diperiksa ke dokter, sehingga tidak tahu," katanya Jumat (1/11/2019).

Ia mengatakan, sebagian besar penderita kanker payudara yang ditanganinya berusia lanjut karena tidak mewaspadai sedini mungkin penyakit tersebut.

Padahal, menurutnya, jika mendeteksi dini dan memeriksa ke dokter ketika ada benjolan 1 hingga 2 centimeter (cm), maka akan cukup menolong untuk dilakukan pencegahan.

"Dalam kanker termasuk payudara, sangat dipengaruhi stadium atau besarnya tumor. Kemudian, keterlibatan kelenjar getah bening dan penyebarannya. Jadi, kalau tumornya masih kecil sekitar 2 cm atau stadium 1 maka angka harapan hidupnya 100 persen hingga 5 tahun ke depan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Albiner, pasien serigng sekali mengacuhkan ketika ada benjolan kecil karena terkendala atau ada hambatan sosial. Misalnya, pasien yang telah bersuami, ketika hendak memeriksa harus meminta izin terlebih dahulu.

Terkadanh, kata Albiner bila sng suami memberikan izin, namun mertua tidak setuju.

"Hal ini berdasarkan laporan di dalam Asia Pasifik, dimana hambatan sosial di Asia Tenggara penderita kanker payudara ini tidak independen. Artinya, pasien tidak bisa memutuskan untuk memeriksakan atau berobat ke dokter," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved