Akhirnya Novel Baswedan Angkat Bicara, KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Singgung Pidato Jokowi

Akhirnya Novel Baswedan Angkat Bicara, KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Singgung Pidato Jokowi

Akhirnya Novel Baswedan Angkat Bicara, KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Singgung Pidato Jokowi
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Akhirnya Novel Baswedan Angkat Bicara, KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Singgung Pidato Jokowi 

Sebut saja Singapura, Hongkong, dan Australia.

Baca: LIGA INGGRIS Malam Ini: Manchester United, Liverpool, Chelsea Laga Tandang, Cek Jadwal Liga Inggris

Menurut Novel Baswedan, ketiga negara tersebut bisa sukses karena memiliki lembaga semacam KPK yang benar-benar memiliki tingkat independensi tinggi.

"Anda setuju enggak? hahaha. Jelas kita mencontoh negara-negara yang sukses, kita bisa contoh banyak negara yang kita mau ambil, yang mana Singapura, Hongkong, Australia atau apapun, mereka itu untuk bisa untuk memberantas korupsi sukses itu harus independen," ujar Novel Baswedan kepada Tribunnews.com, Jumat (1/11/2019).

Kata Novel, ketiga negara yang disebutkan dirinya tidak melibatkan instansi kepolisian setempat.

Meskipun begitu, Novel tidak menampik pentingnya peran polisi dalam sebuah lembaga pemberantasan korupsi, termasuk KPK.

Baca: Daftar Nama 10 Calon Ketua Umum PSSI, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Digelar Sabtu Hari Ini

"Mereka tidak melibatkan Polri, malah mundur, memang keterlibatan dari Polri itu penting untuk membangun KPK pertama kali dan segera," katanya.

"Kenapa memberantas korupsi itu paling penting? Itu di sektor penegakan hukum, kalau penegakan hukum rapi, sektor lainnya juga akan mengikuti," tambah Novel.

Baca: LIGA 1 HARI INI -Bhayangkara FC vs Semen Padang, PSIS Semarang vs PSS Sleman, Persebaya vs PSM Batal

Baca: RINCIAN Gaji Kapolri Idham Azis, Naik Pangkat Jadi Jenderal, Harta Kekayaan dan Gaji Pensiun Polisi

Sebelumnya, Penasihat KPK Mohammad Tsani sempat meragukan dipilihnya Irjen Firli Bahuri sebagai ketua KPK.

Ia malah pernah menyatakan KPK seolah-olah akan menjadi Mabes Polri Cabang Kuningan.

"Bayangkan jadi apa negeri ini kalau KPK nanti cuma jadi seolah Mabes Polri Cabang Kuningan. Jadi alat melindungi kepentingan politik, ini sama dengan Orde Baru jilid II," kata Tsani, Jumat (13/9/2019).

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved