Bantah Persulit Arjuna Sinambela, Disdukcapil Deliserdang Beber Kronologi Pengurusan e-KTP

Dijelaskannya saat itu Arjuna datang dengan didampingi oleh Uba Pasaribu dari Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera.

Bantah Persulit Arjuna Sinambela, Disdukcapil Deliserdang Beber Kronologi Pengurusan e-KTP
Facebook Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera
Arjuna Sinambela 

Bantah Persulit Arjuna Sinambela, Disdukcapil Deliserdang Beber Kronologi Pengurusan e-KTP

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Deliserdang membantah tudingan telah mempersulit Arjuna Sinambela untuk mengurus administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Apa yang disampaikan itupun langsung diucapkan kepada Kadiscapil Provinsi, Ismael Sinaga yang datang ke Kantor Disdukcapil Deliserdang untuk melakukan investigasi Sabtu, (3/11/2019).

Karena menganggap pada saat itu yang lebih banyak tahu masalah ini adalah anggotanya, Kadiscapil Deliserdang, Gustur Siregar pun mengarahkan Kabid Kependudukan dan Data, Alrasudin Kaloko untuk menyampaikan apa yang diketahui.

" Saat mereka datang itu (Arjuna Sinambela dan keluarganya) saya baru sampai kantor. Jadi saya enggak tahu banyak. Apa yang bisa mau saya bantu, karena ada masalah di jaringan. Sudah ditangani sama merekanya sebelumnya (Kaloko)," ucap Gustur.

Dihadapan Ismael Sinaga, Kaloko menjelaskan bahwa Arjuna Sinambela datang ke kantor Capil pertama sekali pada Jumat, (25/10/2019).

Dijelaskannya saat itu Arjuna datang dengan didampingi oleh Uba Pasaribu dari Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera.

Adapun yang dibawa hanya dokumen pendaftaran penduduk untuk didaftarkan menjadi penduduk Deliserdang dengan melampirkan surat domisili dari Desa Mulio Rejo Kecamatan Sunggal.

Selain itu juga dibawa pernyataan penduduk bahwa belum pernah memiliki dokumen kependudukan dan formulir F101 yang ditandatangani Kepala Desa Mulio Rejo dan pendukung lainnya.

"Setelah dilakukan verifikasi berkas pendukungnya maka kita lakukan pengecekan database nasional dan selanjutnya dilakukan pengecekan sidik jari dan irismata. Namun tidak dapat terlaksana karena terkendala koneksi ke database pusat sehingga disarankan kepada beliau untuk datang kembali hari Senin tanggal 28 Oktober," kata Kaloko.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved