Cegah Lembu Diterkam Harimau, Forum Harimau Sarankan Hewan Peliharaan Warga Dikandangkan
Bangkai lembu yang dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Sabtu (26/10/2019) kemarin di Dusun Pulo Pisang
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bangkai lembu yang dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Sabtu (26/10/2019) kemarin di Dusun Pulo Pisang, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, dibiarkan tetap di tempatnya.
Kebiasaan harimau, meninggalkan mangsanya untuk dimakan beberapa hari kemudian.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL, Palber Turnip mengatakan, membiarkan bangkai lembu yang dimangsa di tempatnya adalah salah satu treatment yang harus dilakukan karena sudah menjadi kebiasaannya.
"Harimau akan kembali memakannya, jadi kita biarkan saja sampai habis," kata Palber, Sabtu (2/11/2019).
Sejak penemuan bangkai lembu milik Jumingin, petugas bersama mitra dan juga masyarakat berada di lokasi untuk menenangkan warga.
Sekaligus memasang camera trap untuk mengidentifikasi harimau serta untuk memantau pergerakan harimau di lokasi.
Pemasangan camera trap itu membuahkan hasil.
Dalam video berdurasi 9 detik, hasil rekaman dari camera trap yang dipasang mereka sebelumnya.
Di dalam video hitam putih itu, tampak harimau muncul dari balik semak-semak dan memakan bangkai tersebut.
"Ada 3 kali dia kembali dan sekarang tinggal tengkorak," tuturnya.
Ketua Forum Harimau Kita, Munawar Kholis mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilihat dari kasus tersebut.
Pertama, ternak tidak dikandangkan. Kemudian, harimau merasa nyaman karena mangsanya bisa didapatkan dengan mudah.
Bahwa kejadian sudah empat kali di lokasi yang sama, bisa jadi harimau sudah merasa nyaman di lokasi tersebut.
Hal itu membuat harimau kemudian menjadikannya sebagai teritorialnya karena mudah mendapatkan mangsa.
"Karena mudah dapat mangsa di situ, dia akan ke situ lagi. Ketagihan," kata Munawar.
Dijelaskan Munawar yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi harimau yang memangsa ternak warga, terkait jenis kelamin dan umurnya. Jantan betina, kalau sudah dewasa dia akan ke pinggir hutan untuk menghindari harimau lain atau menyelamatkan anaknya.
Harimau jantan remaja, juga bisa ke pinggir hutan karena melihat di dalam hutan sudah ada harimau lain yang memiliki teritorialnya sehingga dia harus mencari teritorialnya sendiri.
"Kalau harimau melihat di daerah itu tidak ada harimau lain, dan mangsanya mudah, dia akan menetapkannya sebagai teritorialnya, maka dia akan datang lagi ke situ," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, ternak harus dikandangkan, terutama ketika me jelang petang. Pasalnya, harimau mencari mangsa saat petang hingga fajar.
Kedua, masyarakat harus lebih sering membuat bunyi-bunyian agar harimau tidak merasa nyaman di lokasi tersebut dan memangsa ternaknya.
"Kalau tidak ada penghalauan, ya pasti akan datang lagi," jelasnya.
(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harimau-kembali-mangsa-lembu-di-desa-timbang-lawan.jpg)