Menari Ahoy Pagelaran Budaya Melayu Ditengah Hujan Deras, Ratusan Penari Basah Kuyup

Dekorasi Gelar Melayu Serumpun (Gemas) yang merupakan Pagelaran Budaya Melayu Nasional dan Internasional

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Suasana Opening Ceremonial Gelar Melayu Serumpun (Gemas) yang merupakan Pagelaran Budaya Melayu Nasional dan Internasional yang dihiasi dengan payung kuning, basah diguyur hujan deras. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dekorasi Gelar Melayu Serumpun (Gemas) yang merupakan Pagelaran Budaya Melayu Nasional dan Internasional yang dihiasi dengan payung kuning, basah diguyur hujan deras, Jumat (1/11/2019).

Sempat reda sejenak, namun hujan semakin deras saat tari Ahoy dimulai. Alhasil para penari yang berasal dari 6 negara dan 10 provinsi di Indonesia ikut basah kuyup.

Meski hujan semakin deras, tarian tetap dilanjutkan hingga selesai.

Tahun ini Gemas diikuti peserta dari Negara Serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.

Kemudian ditambah lagi peserta berbagai provinsi diantaranya, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Lampung, Riau, Bengkulu, Nangroe Aceh Darusalam, dan Jambi.

Tidak ketinggalan peserta dari Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Sumut seperti Binjai, Tebing Tinggi, Labuhan Batu Utara, Langkat, Deli Serdang dan Batu Bara turut unjuk kemampuan selama tiga hari.

i
i (dok. Plt Walikota Medan)

Kadis Pariwisata Agus Suriono mengatakan, latar belakang Gemas dilaksanakan sebab Melayu memiliki pengaruh signifikan dalam budaya di beberapa negara terlebih di Asia Tenggara.

"Untuk pariwisata kota Medan, acara ini sangat besar pengaruhnya bukan hanya sebagai upaya penarik minat wisatawan tapi untuk memasarkan pariwisata dibutuhkan kearifan lokal," katanya.

Maksudnya ajang promosi daya tarik wisata, mengingat budaya Melayu punya kekuataan menggambarkan sisi histori kota medan pasa lampau. Budaya melayu katanya kaya akan budaya moral, sehingga perlu ditanamkan pada generasi muda agar memiliki bekal untuk membentengi diri dari budaya asing.

Turut hadir Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk ikut memeriahkan Gemes 2019 guna pelestarian budaya serta pengembangan minat pariwisata kota Medan.

"Alhamdulillah hujan sudah berhenti, saya mendukung kegiatan ini sebagai kekuatan untuk menarik wisata kota Medan. Saya harap kegiatan ini dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara," tuturnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved