Ungkap Kasus Tewasnya 2 Aktivis Labuhanbatu, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan

Pembunuhan dua aktivis yakni Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan rekannya Maraden Sianipar (55) terbilang sadis.

Ungkap Kasus Tewasnya 2 Aktivis Labuhanbatu, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
KOMPAS/DIDIE SW
Ilustrasi pembunuhan - Bermula Ambil Mie Instan dari Warung, Wardi Membunuh Pemilik Warung dan Bacok Anak Korban. KOMPAS/DIDIE SW 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembunuhan dua aktivis yakni Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan rekannya Maraden Sianipar (55) terbilang sadis.

Keduanya tewas dengan luka benda tajam di Komplek PT SAB / KSU Amalia, Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, Rabu (30/10/2019).

Beragam dugaan muncul. Apalagi Sanjay dikenal sebagai aktivis yang kerap mengadvokasi masyarakat dalam berbagai permasalahan.

Teman dekat Sanjay sesama aktivis, Johan mengatakan sebelum ditemukan tewas, Sanjay diketahui terlibat advokasi bekas PT SAB/KSU Amalia yang bersengketa dengan masyarakat. Kini telah menjadi lahan negara.

"Sudah hampir 10 tahun diperjuangkannya bersama masyarakat Tanah Hilir," kata Johan, Sabtu (2/11/2019).

"Sekitar 350 hektar tanah negara berhasil dikembalikan. Padahal sebelumnya dikuasi PT itu. Pada tahun ini diekseskusi negara," sambungnya.

Johan (35) bercerita bahwa semasa hidup Sanjay banyak bernaung di sejumlah LSM lokal termasuk Pembela Tanah Air (Peta) dan Aliansi Penyelamatan Indonesia (Api) untuk mengadvokasi masyarakat menuntut keadilan.

Setelah tanah PT SAB/KSU Amalia berhasil dikuasai negara, permasalahan baru muncul. Tanah tersebut diduga tidak diurus negara, sehingga tidak ada pengawasan.

Sejumlah pihak sesuka hati dan menguasai hasil sawit di tanah milik negara itu.

Saat itu Sanjay, mengajak temannya Maraden Sianipar mengadvokasi ke pemerintah agar lahan bisa dikelola masyarakat.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved