Menohok Tanggapan Novel Baswedan, 2,5 Tahun Misteri Kasus Penyerangan Penyidik KPK, Kapan Ditangkap?

Menohok Tanggapan Novel Baswedan, 2,5 Tahun Misteri Kasus Penyerangan Penyidik KPK, Kapan Ditangkap?

Menohok Tanggapan Novel Baswedan, 2,5 Tahun Misteri Kasus Penyerangan Penyidik KPK, Kapan Ditangkap?
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj/kompas
Menohok Tanggapan Novel Baswedan, 2,5 Tahun Misteri Kasus Penyerangan Penyidik KPK, Kapan Ditangkap? 

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019), peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan masyarakat sudah lelah mendengar adanya temuan baru.

Ia menegaskan jika memang ada penemuan seharusnya polisi membuka hal tersebut ke publik.

"Masyarakat sudah bosan sebenarnya mendengar itu dari Polri. Kalau memang ada, silakan dibuka dan masyarakat akan menilai apakah itu menjadi temuan yang signifikan atas kerja dua tahun lebih dari Polri," kata Kurnia kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana ingin polisi membuka temuan terkait perkembangan kasus Novel Baswedan ke publik
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana ingin polisi membuka temuan terkait perkembangan kasus Novel Baswedan ke publik (KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

Kurnia mengatakan seharusnya polisi punya tanggung jawab untuk membuka temuannya ke publik.

"Harusnya mereka punya perencanana yang jelas jika tenggat waktu sudh selesai, maka harusnya Polri punya tanggung jawab untuk membuka temuan itu ke publik," kata Kurnia.

Peneliti ICW tersebut kemudian mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membentu Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.

"Ini menjadi momen yang baik di awal pemerintahan bisa menunjukan keberpihakan yang jelas untuk mengungkap teror pada pegiat antikorupsi dengan membentuk tim independen," ujar Kurnia.

Komitmen Idham Azis Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (30/10/2019), Idham menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Idham Azis mengatakan dirinya akan membentuk Kabareskrim baru untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Nanti begitu saya dilantik (sebagai Kapolri), saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya beri dia waktu untuk
segera mengungkap kasus itu (Novel Baswedan)," kata Idham usai rapat pleno Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Idham mengatakan Kabareskrim baru akan langsung dibentuk pada Jumat (1/11/2019).

"Insya Allah hari Jumat nanti," ujarnya.

Pesan Jokowi ke Kapolri Baru Soal Kasus Novel

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019),  Jokowi menyampaikan pesannya kepada Kapolri baru Idham Azis setelah dirinya resmi melantik Idham.

Seusai melantik Idham sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11/2019), Jokowi memberikan batas waktu untuk menyelesaikan kasus Novel.

Jokowi meminta agar kasus tersebut dapat segera dipecahkan dengan tenggat waktu sampai awal Desember.

• Resmi Jadi Kapolri, Idham Azis Tak Jawab Pertanyaan soal Kasus Novel Baswedan

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore.

Namun Jokowi tidak menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.

Pertama, ketika dirinya ditanya oleh wartawan terkait pembentukan tim gabungan pencari fakta independen jika sampai Desember, kasus Novel belum selesai.

Kepada Kapolri terdahulu Tito Karnavian, Jokowi sempat memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus tersebut.

Mantan Kapolri Tito yang sekarang menjadi Menteri Dalam Negeri RI gagal mengungkap kasus tersebut saat dirinya menjabat sebagai Kapolri.

 Baca: TONTON Video Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Lempar Botol dan Tantang Kapolres di Pinggir Lapangan

Baca: Viral Gubernur Kalteng Lempar Botol Mineral dan Marahi Kapolres AKBP Timbul Siregar, Ini Videonya

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com

Menohok Tanggapan Novel Baswedan, 2,5 Tahun Misteri Kasus Penyerangan Penyidik KPK, Kapan Ditangkap?

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved