News Video
Bayi yang Dibuang Diberi Nama Yumna, Artinya Anak Diberkati Tuhan
Bayi ditemukan di lahan PT Perkebunan Paya Pinang dalam kondisi dikerumuni semut angkrang. Tali pusarnya juga masih dalam posisi menempel
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Hendrik Naipospos
Bayi yang Dibuang Diberi Nama Yumna, Artinya Anak Diberkati Tuhan
TRIBUN-MEDAN.com - Masih ingat dengan penemuan sosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Afdeling-I areal perkebunan kelapa sawit milik PT Perkebunan Paya Pinang, di Kecamatan Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (17/6/2019) silam?
Kala itu, bayi ditemukan dalam kondisi dikerumuni semut angkrang.
Tali pusarnya juga masih dalam posisi menempel.
Bayi itu hanya dibalut dengan kain putih seragam sekolah dengan simbol SMP Negeri 7 Kota Tebingtinggi.
Empat bulan sudah bayi dirawat di RS Bhayangkara.
Pagi tadi, Senin (4/11/2019), sang anak akhirnya diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Tebingtinggi.
Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi saat dikonfirmasi via telepon seluler mengungkapkan masyarakat yang ingin mengadopsi sang bayi harus mengajukan surat ke pemerintah kota dan dinas sosial.
Nanti akan dilihat kriteria calon pengadopsi.
"Kriterianya harus jelas untuk merawat anak tersebut," ujar Sunadi.
Diceritakan Sunadi, kondisi anak menurut Dokter Nababan dalam keadaan sehat, tapi memang ada bekas luka gigitan semut di dahi dan kaki kanan.
"Waktu ditemukan belum ada namanya. Diberi nama sama teman-teman di RS Bhayangkara, Yumna, yang memiliki arti anak yang terberkati atau karunia yang diberikan sang pencipta," ungkap Sunadi.
Diberitakan sebelumnya, bayi ditemukan karyawan perkebunan bernama Indra Syaputra yang sedang memanen sawit, tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi.
Merasa curiga ia pun langsung mencari keberadaan suara tangisan bayi.
Tiba di lokasi, dia terkejut melihat sesosok bayi yang terbungkus seragam sekolah dan telah dikerumuni semut angkrang.
Penemuan bayi itu, langsung dilaporkan kepada mandor perkebunan.
Kemudian membawa bayi ke klinik perkebunan Paya Pinang untuk diberi pertolongan medis.
Setelah dilakukan perawatan beberapa jam oleh Bidan Desa bernama Mentari (28), kondisi bayi bisa dipastikan normal.
"Bayi berjenis kelamin perempuan, panjang bayi 47 cm dan berat badan 2,8 kg," tutur bidan.
(mak/tribun-medan.com)