Dihukum Bayar Denda Rp 4 Miliar Akibat Pegawai Bank 46 Salah Transfer, Nasabah Lakukan Banding

Update kasus pegawai BNI 46 salah transfer hingga nasabah penerima dana Rp 2.8 miliar dihukum denda Rp 4 miliar.

Dihukum Bayar Denda Rp 4 Miliar Akibat Pegawai Bank 46 Salah Transfer, Nasabah Lakukan Banding
TRIBU NMEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dihukum Bayar Denda Rp 4 Miliar Akibat Pegawai Bank 46 Salah Transfer, Nasabah Lakukan Banding. Majelis Hakim menghukum terdakwa Eddy Sanjaya (66) terdakwa kasus salah kirim rekening Rp 2,8 Miliar dengan hukuman denda Rp 4 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019). 

Kami pikir ini tanggapan hukum yang salah oleh pengadilan di tingkat pertama, Harusnya tidak bisa dijerat dalam pasal pidana," tegasnya.

"Ya, harusnya mengacu pada Perma, ini cacat hukum karena Majelis Hakim tidak mempertimbangkan Perma tersebut harusnya itu jadi landasan," tambah Ilham.

Bahkan ia menyebutkan bahwa pihaknya sudah berniat mengembalikan kerugian negara dengan menyicil namun tidak diindahkan.

"Sebelumnya, sudah kita kirimi surat jadi untuk mitra yaitu melakukan pembayaran namun mereka tidak setuju karena pembayaran diajukan melalui cicilan," tuturnya.

Majelis Hakim menghukum terdakwa Eddy Sanjaya (66) terdakwa kasus salah kirim rekening Rp 2,8 Miliar dengan hukuman denda Rp 4 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019).
Dihukum Bayar Denda Rp 4 Miliar Akibat Pegawai Bank 46 Salah Transfer, Nasabah Lakukan Banding. Majelis Hakim menghukum terdakwa Eddy Sanjaya (66) terdakwa kasus salah kirim rekening Rp 2,8 Miliar dengan hukuman denda Rp 4 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019). (TRIBU NMEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta Simanjuntak menegaskan bahwa dirinya akan mempersiapkan kontra memori banding.

"Kami pastikan untuk menyiapkan memori kontra banding.

Padahal kita sudah sependapat sebenarnya dengan Majelis Hakim, enggak ada keberatan lagi.

Tapi kalau dia mau banding, ya kita harus siapkan," bebernya.

Ia juga membantah pernyataan Kuasa Hukum terdakwa yang menyebutkan bahwa perkara ini seharusnya masuk ranah perdata.

Hal itu karena pihak Eddy sendiri yang mencabut perkara tersebut.

"Gitulah, buktinya kemarin di perdata dicabutnya, belum ada keputusan apapun yang menyatakan itu perdata.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved