Hakim Ungkap Ada Pelanggar Lalu Lintas Surat Izin Mengemudinya Mati 7 Tahun, Zebra Toba 2019

Iptu Ridwan Harahap, mengaku kali ini mereka juga melibatkan pihak dari Kejaksaan Negeri Karo, Pengadilan Negeri Kabanjahe, dan dari bank

Hakim Ungkap Ada Pelanggar Lalu Lintas Surat Izin Mengemudinya Mati 7 Tahun, Zebra Toba 2019
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Proses sidang di tempat pada operasi Zebra Toba 2019, di halaman Kantor Kejari Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (4/11/2019). Dari persidangan ini, didapati ada satu pengendara yang masa berlaku SIMnya sudah habis selama tujuh tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo, menggelar operasi Zebra Toba 2019 di depan Kantor Kejaksaan Negeri Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (4/11/2019). Pada razia yang sudah berlangsung selama 13 hari ini, juga disediakan fasilitas sidang di tempat.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo Iptu Ridwan Harahap, mengaku kali ini mereka juga melibatkan pihak dari Kejaksaan Negeri Karo, Pengadilan Negeri Kabanjahe, dan dari bank untuk pembayaran denda. Dirinya menyebutkan, selama beberapa jam melakukan razia mereka berhasil menindak 24 pelanggar.

"Pada operasi Zebra hari ke-13 ini, untuk hari ini kita juga melakukan tilang dan siang di tempat. Kemudian kita mengarahkan kendaraan yang belum membayar pajak, juga kita sediakan mobil Samsat. Jadi bagi masyarakat yang terkena tilang dan belum membayar pajak, bisa langsung membayarnya di mobil Samsat," ujar Ridwan.

Pria dengan lambang balok dua berwarna emas di pundaknya itu mengatakan, dari 24 pelanggar yang ditindak, hanya 17 yang mengikuti sidang. Dirinya menyebutkan, bagi pelanggar yang belum mengikuti sidang hari ini akan dijadwalkan mengikuti sidang untuk menembus barang bukti yang disita pada Jumat (15/11/2019) mendatang.

"Untuk hari ini ada 24 yang kita tindak, namun hanya 17 yang divonis hakim. Tujuh pengendara lainnya, langsung pergi saja tadi, mungkin ada keperluan lain. Kalau mereka, jadwal sidangnya itu hari Jumat pekan depan," ucapnya.

Pada sidang lalulintas kali ini, dibawakan oleh hakim dari Pengadilan Negeri Kabanjahe Delima mariaigo simanjuntak SH. Delima mengaku, kebanyakan pengendara yang mengikuti sidang melakukan pelanggaran berupa tidak memiliki surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK.

"Tadi banyaknya pengendara yang terkena itu berkaitan dengan SIM dan STNK. Tapi ada juga yang keberatan karena ditindak karena pajak kendaraan. Karena memang kalau pajak itu, berkaitan dengan pendapatan daerah, makanya tadi juga disediakan Samsat," katanya.

Dari belasan pelanggar, dirinya mengatakan kebanyakan tidak dapat menunjukkan SIM yang masih berlaku. Ia menyebutkan, pada persidangan itu ditemukan banyak pengendara yang memiliki SIM namun sudah habis masa berlakunya.

"Tadi ada yang SIMnya itu sudah mati berapa tahun, mulai dari empat tahun sampai ada yang tujuh tahun. Kalau seperti itu, dia (pelanggar) berarti sudah menganggap sepele, makanya sempat saya usulkan agar ditahan saja," ungkapnya.

Melihat banyaknya pelanggar yang terjaring razia, dirinya mengaku sangat prihatin dan kesal. Karena saat di persidangan, banyak pelanggar yang memiliki berbagai macam alasan.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved