Pembakar Ibu Tiri Ini Jalani Sidang Perdana, Jaksa Ajukan Pasal Pembunuhan Berencana

Jumsari sebelum melakukan aksinya telah berencana untuk menghabisi nyawa ibu tirinya yang bernama Waginem.

Pembakar Ibu Tiri Ini Jalani Sidang Perdana, Jaksa Ajukan Pasal Pembunuhan Berencana
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Jumasri (duduk di kursi roda) saat menjalani rekonstruksi pembunuhan di Jalan Mawar Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan beberapa waktu lalu. Jumasri pada Senin (4/11/2019) menjalani sidang dakwaan di PN Kisaran. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Jumasri alias Ijum, pelaku pembakaran terhadap ibu tirinya Waginem hingga menyebabkan korban tewas, akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Senin (4/11/2019).

Mengenakan baju tahanan warna merah, Jumasri pun mendengarkan pembacaan berkas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), Sabri Fitriansyah Marbun dari kursi terdakwa di Ruang Kartika PN Kisaran.

JPU menyebutkan bahwa terdakwa pada 25 Juni 2019 bertempat di Jalan Mawar Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan sebelum melakukan aksinya telah berencana untuk menghabisi nyawa ibu tirinya yang bernama Waginem.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana atau Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan," kata Sabri, Senin.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU yang ditujukan pada dirinya, Jumasri pun mengaku dapat menerimanya.

"Saya terima majelis," sebut Jumasri.

Diketahui, Jumasri nekat membakar Waginem alias Inem dengan terlebih dahulu menyiramkan bensin ke arah korban, karena sakit hati ayahnya kandungnya bernama, Suparman dihina oleh ibu tirinya.

Setelah sekujur tubuh korban terbakar, tersangka lantas melarikan diri. Sebelumnya terdakwa dan ibu tirinya sering terlibat cekcok.

"Pagi itu, mamak marah-marah sama ku. Bapak kau lama kali pulang, macam anjing katanya. Ku bilang, sabar lah mak, kok dimaki pulak bapak ku. Dijawabnya, oalah sama aja kau kayak anak anjing. Kok gitu ngomong mamak, nanti ku bakar pakai bensin. Siram aja lah, kalau kok memang garang, katanya. Karena memang udah ada niat, ku siram dia dua kali pakai bensin, ku lihat dekat situ ada kayu, ku bakar, baru kayu itu ku lempar lah ke mamak. Habis itu aku lari," cerita Jumasri seusai rekonstruksi beberapa waktu lalu.

Akibatnya peristiwa itu korban harus dilarikan ke rumah sakit karena sekujur tubuhnya mengalami luka bakar.

Namun, beberapa jam kemudian Waginem alias Inem akhirnya meninggal dunia. Setelah diautopsi di RSUD Djasemen Saragih, Siantar, jenazah Waginem kemudian dikebumikan di kampung halaman orang tuanya di Dusun III, Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan pada Rabu (26/6/2019).

Jumasri alias Ijum akhirnya tertangkap tim gabungan Sat Reskrim Polres Asahan dan Subdit III Jatanras Polda Sumut pada Jumat (28/6/2019) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Dalam penangkapan itu polisi diketahui terpaksa memberikan hadiah timah panas ke arah dua kaki Jumasri karena disebut melawan petugas. Sebelum tertangkap, tersangka diketahui beberapa kali berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved