Pupuk Bersubsidi Langka di Samosir, Kadis Pertanian Sebut Stok Sudah Tiba di Gudang

Dinas Pertanian Samosir sudah mengajukan permohonan pupuk bersubsidi ke Dinas Provinsi Sumater Utara hingga empat kali.

Pupuk Bersubsidi Langka di Samosir, Kadis Pertanian Sebut Stok Sudah Tiba di Gudang
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Simalango, seorang petani usai beraktivitas di ladang kopi miliknya di Desa Sabungan Ni Huta Kecamatan Ronggur Ni Huta, Kabupaten Samosir, Senin (4/11/2019). Simalango satu dari petani yang mengeluhkan kelangkaan pupuk di Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.com-Kepala Dinas Pertanian Samosir Viktor Sitinjak mengakui pupuk langka di Samosir saat ini.

Menurutnya, Dinas Pertanian Samosir sudah mengajukan permohonan pupuk bersubsidi ke Dinas Provinsi Sumater Utara hingga empat kali.

"Sudah habis memang stok yang dulu, dan kelangkaan ini memang tidak hanya terjadi di Kabupaten Samosir. Di Kabupaten Dairi dan Humbang Hasundutan pupuk bersubsidi juga langka," sebutnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertanian Parbaba, Komplek Perkantoran Pemkab Samosir, Senin (4/11/2019).

Saat ini kata Viktor, pupuk bersubsidi tersebut telah tiba di Gudang Distributor Kabupaten Samosir. Viktor menyebut, petani yang tergabung dalam kelompok tani masing-masing sudah bisa mendatangi distributor maupun pangkalan yang telah ada di kecamatan masing-masing.

Baca: Pupuk Bersubsidi Langka di sejumlah Kecamatan di Samosir, Petani Bingung

Menyikapi keluhan sejumlah petani perorangan yang tidak dapat memperoleh pupuk bersubsidi karena tidak adanya kelompok tani di desanya, Viktor menyarankan para petani segera membentuk kelompok.

Menurutnya, keberadaan kelompok tani mempermudah pendistribusian pupuk dan mengindari penimbunan pupuk oleh sejumlah oknum.

Menurutnya, Pemkab Samosir ikut mendorong pembentukan empat kelompok tani.

Faktor lain yang menyulitkan petani, kata Viktor ketika pengurus kelompok tani tidak benar-benar menjalankan kelompoknya.

Persoalan itu kata Viktor dipicu adanya perselisihan antar anggota.

Mengatasi hal itu, Viktor mengaku terpaksa membentuk kelompok-kelompok kecil dari kelompokyanv terpecah.

"Terpaksa kita bikin lagi kelompok kecil dan memang sudah berjalan. Terkait keluhan warga, kami berikutnya akan menemui mereka dan bila perlu merevitalisasi kelompok yang sudah ada kalau sampai tidak jalan," sebutnya. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved