Sempat Tertawa-tawa usai Ucapkan Penggal Kepala Jokowi, Hermawan Susan Didakwa Pasal Makar

Hermawan didakwa dengan pasal makar karena ancamannya kepada Presiden Jokowi di depan Bawaslu. Ancaman itu kemudian terekam di kamera dan viral.

Sempat Tertawa-tawa usai Ucapkan Penggal Kepala Jokowi, Hermawan Susan Didakwa Pasal Makar
KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Hermawan Susan (25), pengancam pemenggal Presiden Joko Widodo di PN Jakpus, Senin (4/11/2019).(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Hermawan Susan (25), pengancam pemenggal Presiden Joko Widodo didakwa berbuat makar. Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, P Permana dalam sidang perdana pembacaan dakwaan pada Senin (4/11/2019).

"Berdasarkan penyidikan tentang Hermawan sehubungan dengan perlakuannya pada Presiden Jokowi, maka perbuatan Hermawan adalah perbuatan makar," ujar P Permana, Senin.

Hermawan didakwa dua pasal, yakni Pasal 104 KUHP dan Pasal 110 jo 87 KUHP tentang perbuatan makar.

Hermawan didakwa dengan pasal makar karena ancamannya kepada Presiden Jokowi di depan Bawaslu. Ancaman itu kemudian terekam di kamera dan viral di media sosial.

"Dengan spontan terdakwa mengucapkan kalimat yang mengancam dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yaitu 'Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Demi Allah, Allahhu Akbar, siap penggal Kepalanya Jokowi, Jokowi lehernya siap kita penggal dari Poso, Demi Allah'," ujar jaksa sambil membacakan dakwaan.

Setelah mengancam Presiden Jokowi, Hermawan pun sempat tertawa-tawa.

Baca: INGAT Pria Pengancam Penggal Kepala Presiden Jokowi? Menikah di Penjara tapi Tidak Bersama

Baca: INILAH Pengakuan Terduga Perekam Video Ancam Penggal Kepala Jokowi, Tak Tahu Ucapan HS

Baca: Hakim Vonis Bebas Ina Yuniarti, Wanita Penyebar Ancaman Penggal Kepala Jokowi

Menurut Permana, pernyataan Hermawan ini menunjukkan niat ingin menakut-nakuti orang lain. Sebab ia menyebut dirinya sebagai jagoan dari Poso, Sulawesi Tengah.

"Bisa diartikan dirinya (Hermawan) jagoan dari Poso yang mau memenggal kepala Presiden Jokowi," ujarnya.

Aksi itu pun nyatanya viral dan baru diketahuinya setelah mendapat rekaman itu dari grup whatsapp itu.

"Terdakwa langsung menghapus video tersebut dan tidak menyebarkan kepada siapa pun juga karena terdakwa tidak kuat melihatnya," kata P Permana.

Halaman
1234
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved