Fordishum Punya Cita-Cita Buat ILC di Kota Medan

Orang-orang menganggap dunia hukum itu hanya sekadar lobi lobi.Kita ingin mengubah persepsi itu, bahwa profesi hukum, baik itu advokat

Fordishum Punya Cita-Cita Buat ILC di Kota Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pertemuan yang dilakukan sejumlah sarjana hukum yang tergabung dengan Fordishum, angkat isu hukum di daerah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekelompok pemuda berlatar belakang sarjana hukum membentuk wadah diskusi keadilan di Kota Medan.

Namanya adalah Forum Diskusi Hukum (Fordishum) yang kini memasuki usianya yang ke-dua tahun. Fordishum memiliki cita-cita menyelenggarakan Talkshow yang mengangkat dinamika hukum kawasan Sumatera Utara.

Ali Akbar Velayafi Siregar, SH, pengagas Fordishum yang ditemui di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (5/11/2019) sore mengatakan niatan membentuk Fordishum beranjak dari pemikiran stigma para profesi hukum yang hanya bisa melobi-lobi, namun minim perjuangan melawan ketidakadilan.

"Orang-orang menganggap dunia hukum itu hanya sekadar lobi lobi.Kita ingin mengubah persepsi itu, bahwa profesi hukum, baik itu advokat ataupun notaris dan sebagainya punya kompetensi untuk memperjuangkan keadilan, sembari di sini, kita menambah wawasan hukum juga," ujar Akbar.

Akbar mengatakan Fordishum berdiri 17 Desember 2017, dan saat ini kerap melakukan pertemuan di Rumah Kopi Demokrasi, Kawasan Polonia, Medan. Pertemuan dilakukan setiap dua minggu sekali dengan mengangkat tema-tema berbeda setiap kalinya.

Selain Talkshow, teman-teman Fordishum menayangkan beberapa film tentang profesi penasihat hukum memanfaatkan proyektor. Film yang ditayangkan pada umumnya berasal dari luar negeri, sehingga menjadi objek bedah teman-teman Fordishum.

"Sistem hukum di Amerika itu konsepnya penjurian. Hakim itu sebagai moderator saja. Jadi pengacara itu lebih aktif menyampaikan pandangannya. Nah di Indonesiakan persidangan seperti bermain di surat surat aja. Nah, kita tayangkan film-film seperti ini, dibedah bersama," kata Akbar.

Dalam setiap pertemuan, Akbar sendiri bertugas menjadi moderator. Setiap pertemuan ini juga diundang beberapa pemateri pengacara lokal senior. Adapun topik yang dibahas pada umumnya adalah isu terhangan di Sumatera Utara.

Fordishum juga tak jarang mengundang masyarakat-masyarakat yang diduga mendapat ketidakadilan dalam memperjuangkan hak-haknya di mata hukum. "Jadi narasumbernya langsung korban dari ketidakadilan. Ada yang kurator, pengacara dan notaris juga kita himpun di sana," tutur pria 26 tahun ini.

Mulia Sembiring, salah satu pengacara mengatakan dirinya bergabung bulan lalu di Fordishum. Ia mengaku ingin mengenal lebih jauh soal hukum dan mengenal karakter penasihat hukum lainnya. "Alasannya, karena saya kan mau jadi penegak hukum jadi di sana bertukar, belajar bareng senior senior," jelas Mulia

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved