Peduli Korban Kebakaran Sentosa Lama, Puluhan Ojol Galang Dana

Komunitas Gojek RSHM dan Pimpro berharap agar komunitas lainnya juga tergerak untuk membantu.

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Peduli Korban Kebakaran Sentosa Lama, Puluhan Ojol adakan Aksi Galang Dana di sekitaran tugu mancur Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk Jalan Sentosa Lama, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, rupanya menarik perhatian dua komunitas ojek online (ojol) di Medan.

Jika biasanya para ojol sibuk mencari orderan, Namun sejak pagi menjelang siang bertempat di sekitaran tugu mancur Jalan Gatot Subroto Medan, puluhan ojol yang tergabung dalam komunitas Gojek RSHM dan Pimpro adakan aksi galang dana peduli korban kebakaran Sentosa lama, Selasa (5/11/2019).

Uwo Billy, koordinator pegalangan dana mengatakan, komunitasnya sudah beberapa kali mengunjungi kamp pengungsian. Melihat kondisi para pengungsi yang sangat membutuhkan bantuan, Ia dan rekannya merasa terketuk untuk bergerak menggalang dana.

Alhasil dua komunitas tersebut sepakat menggalang dana di Bundaran tugu mancur. Saat lampu merah hidup, puluhan ojol dengan menggunakan jaket kerja, menyebar dengan membawa kardus bertuliskan Peduli Korban Kebakaran Sentosa Lama.

"Kami hanya sebagai perpanjangan tangan. Kami lakukan ini karena adanya panggilan hati. Karena kami membangun komunitas ini agar bermanfaat bagi ojol dan masyarakat," katanya.

Ia dan beberapa rekannya mengaku sudah beberapa kali mengunjungi korban, dan merasa terpanggil untuk menggalang dana. Meski kondisi keuangan para ojol juga saat ini katanya tidak menentu, namun mereka mengaku melakukan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

"Mereka masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Pasti mereka saat ini membutuhkan dana yang banyak untuk membangun kembali rumah. Ya, walaupun kami saat ini sedang anyep, tapi bukan berarti kami enggak membantu yang lain. Rasa sosial itu tetap harus kita bangun, karena kita mahluk sosial," katanya.

Seluruh dana yang terkumpul katanya akan disumbangkan langsung kepada para korban. Namun beberapa ojol secara pribadi juga ikut menyumbangkan pakaian dan peralatan rumah lainnya.

"Diharapkan kawan-kawan komunitas tetap solid, kalau bisa menjadi pemerhati sosial. Peduli terhadap permasalahan masyarakat dan lingkungan," katanya.

Seorang Anggota, yang ikut aksi galang dana, Ardi Pratama mengatakan merasa terpanggil untuk saling membantu, Ia tidak merasa sama sekali tidak terganggu dengan pekerjaan dan sudah rutin ikut aksi sosial dengan komunitas ojol di Medan.

"Sesama manusia kan harus saling membatu. Kita kan enggak tahu kalau misalnya kita yang kena. Kasihan lihat mereka ada anak-anak yang enggak sekolah. Mereka (korban) membutuhkan banyak hal. Saya harap komunitas ini tetap solid untuk aksi kemanusiaan," katanya.

Ia juga berharap agar komunitas lainnya juga tergerak untuk membantu, apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat Medan, tempat mereka hidup mencari nafkah selama ini.

"Kepada komunitas lain, maunya hati nuraninya terbuka untuk saling membantu," katanya.
(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved