Puluhan Ekor Babi Mati Diduga Dibuang ke Sungai, Camat Marelan Angkat Bicara
Warga yang bermukim di kawasan Danau Siombak sempat digegerkan dengan penemuan puluhan bangkai babi terapung.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga yang bermukim di kawasan Danau Siombak sempat digegerkan dengan penemuan puluhan bangkai babi terapung.
Penemuan tersebut pun membuat warga bertanya-tanya siapa oknum yang diduga dengan sengaja membuang bangkai ternak tersebut.
Tidak hanya itu, sebagian warga yang menetap tidak jauh dari lokasi penemuan puluhan bangkai babi tersebut merasa terganggu dengan aroma tak sedap.
Terkait peristiwa tersebut, Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada Camat Medan Marelan M Yunus.
Melalui WhatsApp ia menjelaskan bahwa terkait temuan puluhan hewan ternak khususnya bangkai babi telah terjadi tiga hari belakangan ini.
"Sudah tiga hari, informasi bangkai hewan kaki empat khususnya babi. Kami dari kecamatan masih melakukan antisipasi, petama memantau lokasi aliran Sungai Bedera. Termasuk hari ini bangkai tersebut sudah sampai di Danau Siombak. Bersama warga kami menggeser bangkai tersebut ke pinggir dan diikat. Agar tidak mengalir ke mana-mana. Apalagi jika air bah naik kan tidak ke permukiman warga," ujarnya, Selasa (5/11/2019).
Terkait puluhan bangkai babi yang diduga sengaja dibuang teri, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI.
"Kami berkordinasi dengan pak Kapolsek dan Danramil. Karena bangkai ini diduga, kita tidak bilang peternak, dibuang oleh oknum karena ada aliran sungai yang mengalir," jelasnya.
Terkait hal tersebut, lanjut M Yunus, pihaknya telah mengerahkan kepala lingkungan (kepling) untuk memantau di masing-masing lingkungan khususnya yang dialiri arus sungai agar tidak terjadi pembuangan bangkai ternak.
"Para kepling, Banbinsa dan Bhabinkamtibmas, sudah tiga malam ini dan hingga nanti malam tetap melakukan pemantauan apakah ada lagi upaya pembuangan bangkai babi," ungkapnya.
Terkait tindakan lain yang akan dilakukan, camat Medan Marelan ini menuturkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait dampak bangkai babi.
"Upaya terakhir kami upaya dengan dinas lingkungan hidup apakah ada dampak dari bangkai yang diperkirakan sudah lima hari ini," pungkasnya.
Di lokasi, pantauan Tribun Medan, meski di Danai Siombak telah dilakukan penanganan terhadap bangkai-bangkai hewan ternak, namun aroma bangkai masih jelas tercium.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-keluhkan-bau-busuk-bangkai-babi-di-aliran-sungai-bederah.jpg)