Tetap Dituntut Mati Jaksa, Kurir Sabu 27 Kg Joni Iskandar: Kok Abang Buat-buat Aku Tertawa

"Kok abang buat-buat aku ketawa pas dituntut mati. Jadi dipikir udah stress aku bang," cetusnya

Tetap Dituntut Mati Jaksa, Kurir Sabu 27 Kg Joni Iskandar: Kok Abang Buat-buat Aku Tertawa
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Jaksa Sri Wahyuni tetap menuntut terdakwa kurir sabu 27 dan 13.500 butir pil ekstasi, Joni Iskandar (39) dengan tuntutan mati. Hal ini terungkap dalam sidang beragendakan Replik (jawaban atas pleidoi) di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jaksa Sri Wahyuni tetap menuntut Terdakwa kurir sabu 27 dan 13.500 butir pil ekstasi, Joni Iskandar (39) dengan tuntutan mati.

Hal ini terungkap dalam sidang beragendakan Replik (jawaban atas pleidoi) di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (5/11/2019).

"Dengan ini menolak seluruh pembelaan terdakwa dan tetap dengan hukuman mati," cetusnya dihadapan Majelis Hakim diketuai Sapril Batubara.

Usai mendengar hal tersebut, Majelis Hakim menanyakan tanggapan terdakwa melalui kuasa hukum terdakwa, Sri Wahyuni.

"Kami tetap pada pleidoi Majelis Hakim," tutur Sri.

Dalam pembelaannya, terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta untuk melepaskan terdakwa dari tuntutan mati.

Seusai sidang, terdakwa tetap tampak semringah sama seperti sidang tuntutan sebelumnya, bahkan saat diwawancarai, terdakwa Joni cetus menjawab.

"Kok abang buat-buat aku ketawa pas dituntut mati. Jadi dipikir udah stress aku bang," cetusnya saat dibawa ke sel tahanan.

Kurir Sabu 27 Kg Joni Iskandar Tertawa Dituntut Hukuman Mati, Sebut Ini Sudah Menjadi Jalannya

Terdakwa kurir sabu 27 dan 13.500 butir pil ekstasi, Joni Iskandar (39) tertawa dan santai saat dituntut mati Jaksa Penuntut Umum, Sri Wahyuni di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/10/2019).
Terdakwa kurir sabu 27 dan 13.500 butir pil ekstasi, Joni Iskandar (39) tertawa dan santai saat dituntut mati Jaksa Penuntut Umum, Sri Wahyuni di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/10/2019). (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Sebelumnya, Warga Dusun IX Gg. Bantan Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang ini dinyatakan bersalah menjadi perantara jual beli narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

Dalam nota tuntutan yang dibacakan JPU Sri Wahyuni, terdakwa Joni Iskandar dinilai bersalah melanggar pasal 112 (2) Junto Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved