Hakim Tolak Eksepsi Kurir Sabu 10 Kilogram Antar Negara, Ketiga Terdakwa Terkujur Lemas

menolak seluruh eksepsi terdakwa seluruhnya, dan memerintahkan jaksa untuk melanjutkan perkara dengan memanggil saksi hingga putusan.

Hakim Tolak Eksepsi Kurir Sabu 10 Kilogram Antar Negara, Ketiga Terdakwa Terkujur Lemas
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Majelis hakim memutuskan menolak ekspesi tiga terdakwa kurir sabu 10 kg antar Malaysia-Medan dalam sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Majelis Hakim memutuskan menolak ekspesi tiga terdakwa kurir sabu 10 kg antar Malaysia-Medan dalam sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (6/11/2019). 

Ketiga terdakwa adalah Zainal Abidin Hasibuan alias Ucok (51), Julparly Nasution alias Padly (29) dan Zulauni Alias Zu. 

"Dengan ini menolak seluruh eksepsi terdakwa seluruhnya, dan memerintahkan jaksa untuk melanjutkan perkara dengan memanggil saksi hingga putusan," tutur Majelis Hakim yang diketuai Sapril Batubara. 

Hal ini disambut baik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan, ia tampak tersenyum.

Sementara kuasa Pengacara ketiga terdakwa, tampak gelisah, bahkan saat awak media beberapa kali mengambil foto dari samping ruang sidang. Para pengacara tampak menatap tajam awak media.

Sebelumnya, pengacara para terdakwa dalam nota keberatannya (eksepsi) menyebutkan bahwa dakwaan JPU tidak lengkap dan jelas sehingga harusnya batal demi hukum.

Mendengar putusan sela tersebut, ketiga terdakwa tampak terkujur lemas dan hanya bisa tertunduk.

Mengutip dalam dakwaan, kasus ini bermula pada tanggal 20 Mei 2019 sekira pukul 14.00 WIB, dimana terdakwa Zainal dan Padly berada di Panipahan Riau, dihubungi oleh Iqbal (DPO) menyuruh untuk membawa sabu dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau.

"Saat itu terdakwa belum mengiyakan, namun empat hari kemudian tepatnya tanggal 24 Mei 2019 sekira pukul 08.00 WIB Iqbal kembali menghubungi dan menyuruh terdakwa Zainal untuk membawa sabu dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan dengan upah Rp. 200 juta apabila sabu tersebut sudah sampai ke tujuan dan sudah diserahkan kepada pembeli," ungkap JPU Irma.

Setelah sepakat, terdakwa Zainal bersama terdakwa Padly berangkat menuju Port Klang Malaysia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal boat setelah melewati jarak tempuh selama 8 jam perjalanan, kedua terdakwa tiba di Pelabuhan Jeti Asa Niaga Port Klang Malaysia.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved