TRIBUNWIKI

Mengulik Sejarah Balai Yasa Pulubrayan, Tempat Perawatan, Perbaikan dan Modifikasi Perkretaapian

Munculnya ide pembangunan kereta api di Wilayah Sumatera Timur (yang saat ini Sumatera Utara), diprakarsai oleh perkembangan yang cepat

Mengulik Sejarah Balai Yasa Pulubrayan, Tempat Perawatan, Perbaikan dan Modifikasi Perkretaapian
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Bangunan Balai Yasa di Jalan Ps. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com -  Balai Yasa yang disingkat (BY) merupakan istilah dalam perkeretaapian Indonesia yang merujuk pada tempat yang digunakan untuk perawatan besar sarana perkeretaapian yang dimiliki oleh operator.

Balai Yasa terdapat di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Balai Yasa Pulubrayan yang terletak di Jalan Ps. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, hari Kamis (7/11/2019).

Awal sejarah berdirinya Balai Yasa Pulubrayan berkaitan dengan Kolonial Belanda yang pada saat itu menjajah negeri Indonesia.

Dari cacatan dan data sejarah terkait cerita Balai Yasa Pulubrayan yang diberikan oleh Kepala Bagian Humas Kantor KAI Divre I Sumatera Utara, Muhammad Ilud Siregar, dijelaskan, munculnya ide pembangunan kereta api di Wilayah Sumatera Timur (yang saat ini Sumatera Utara), diprakarsai oleh perkembangan yang cepat dari perkebunan tembakau yang dibuka sejak pertengahan abad ke-19.

Seorang pengusaha tembakau di Jawa, Jacibus Nienhuys dengan P.W. Jansen, dan G.C. Clemen membuat sebuah perusahan tembakau Deli Maatschappij tanggal 24 Desember 1866. Perkembangan hasil tembakau Deli Maatschappij tidak diimbangi dengan pengangkutan yang memadai.

Deli Maatschappij membutuhkan transportasi yang lebih cepat, bermuatan besar dan tidak terganggu akibat lumpur di jalan ketika musim hujan. Pembangunan jaringan kereta api di sumatera timur merupakan inisiatif Mr. Cramer, salah satu seorang manager perusahaan Deli Maatschappij.

Pembangunan jalur kereta api yang mulanya hanya untuk kepentingan ekspor tembakau Deli Maatschappij ini disetujui oleh Pemerintah Belanda tanggal 23 Januari 1883.

Untuk mempermudah pengoperasian jalur kereta api, tanggal 28 Juni 1883 Deki Maatschappij membentuk perusahaan sendiri, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) yang khusus menangani sektor kereta api dengan Mr. Cremer Sebagai Kepala Direktur SDM.

Jalur pertama yang berhasil dirampungkan DSM ialah Labuhan (Deli)- Medan - Belajar sepanjang 23 Km. Salah satu tempat pemberitahuan yang dibangun di lintas tersebut ialah Halte Pulubrayan.

Pada tahun 1919 dilakukan renovasi Halte Pulubrayan, didirikan bangunan baru. Di sisi timur Halte Pulubrayan dibangun pula sebuah Central Werkplaat (bengkel pusat) atau kini dikenal sebagai Balai Yasa Pulubrayan.

Menurut Meijer dalam bukunya "De Deli Spoorweg Maatschappij" menyebutkan bahwa keberadaan Balai Yasa Pulubrayan untuk perawatan lokomotif, kereta, dan gerbong. Bahkan memungkinkan juga guna perakitan baru sarana perkeretapian.

(cr22/Tribun-Medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved