Lahirnya Dharmashoka Institute Tandai Perkembangan Buddhisme di Medan

Dharmashoka Institute ayomi Dharmaduta Muda untuk mengabdi dalam Buddha Dharma. Hal tersebut sekaligus menandai Perkembangan Buddhisme di Medan.

Lahirnya Dharmashoka Institute Tandai Perkembangan Buddhisme di Medan
Dok. Humas Pemerintah Kota Medan
29 orang Dharmaduta Angkatan III tahun 2019 Diwisuda. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dharmashoka Institute merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di Medan Sumatera Utara, yang mengayomi para Dharmaduta Muda untuk terus belajar, berpraktek, berkarya, dan mengabdi di dalam Buddha Dharma.

Dharmashoka Institute diresmikan sebagai lembaga pendidikan non formal di Royal Suite Condotel, Minggu (3/11/2019). Pelatihan di Dharmashoka Institute sendiri termasuk pada level eksklusif. Peserta diberikan fasilitas dan pelatihan sebenar-benarnya melalui tahapan yang serius dan berkualitas.

Pendirian Dharmashoka Institute dilakukan demi kemajuan Buddha Dharma di Swarnadwipa Bhumi Nusantara Indonesia Raya.

Hal tersebut tentunya tak lepas dari perjuangan tokoh penyebar Buddhisme di wilayah Sumatera Utara, seperti Maha Upasaka Pandita Wirawan Giriputra, Almarhum Maha Upasaka Pandita Padmajaya Ombunatio, dan Almarhum Upasika Pandita Ibu Marianiwati.

Untuk itu, Dharmashoka Institute memberikan Dharmasoka Award kepada tiga pejuang Dharma tersebut. 

Pembina Buddha Kota Medan Burhan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan di Dharmashoka Institute. Menurutnya, hadirnya Dharmashoka Institute merupakan upaya meningkatkan kualitas umat Buddha baik dari jumlah umat, maupun Viharanya.

Dharmashoka Institute juga diharapkan dapat berkembang dan menghasilkan Dharmaduta yang handal dalam menyebarkan Buddha Dharma kepada setiap umat, khususnya di wilayah Medan.

Bersamaan dengan prosesi peresmian Dharmashoka Institute, diadakan juga wisuda Dharmaduta Muda Angkatan III tahun 2019. Wisuda dilakukan setelah peserta mengikuti rangkaian pembekalan dan ujian selama 2,5 bulan, yang dimulai pada 18 Juli hingga 29 September 2019.

Founder, pengarah, dan pengawas kegiatan Dharmashoka Institute YM. Bhikkhu Paññāsāmī Thera, penyelenggara Buddha Kota Medan Burhan, Ketua MBI Eddy Suyono Setiawan, Ketua Sekber Yabuddhi Oni Hindra Kusuma, perwakilan instruktur Dhamma Kumara Zulkifli, tokoh Buddhis Sumatera Utara Wirawan Giriputra, dan ketua panitia Upasaka Surya, membuka acara peresmian dan wisuda Dhamaduta Muda Angkatan III tahun 2019 dengan menyalakan pelita kesadaran.

Pelita kesadaran yang dinyalakan bersimbol ayam jantan. Simbol tersebut menyatakan semangat, rajin, dan keuletan untuk bekerja dan belajar. Sedangkan pelita merupakan simbol cahaya kebijaksanaan, penerangan, dan pengetahuan.

Ketua panitia pelaksana Upa. Surya Minata Lie, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan, rata-rata pencapaian peserta pelatihan Dharmaduta Muda Angkatan III jauh lebih baik dibandingkan angkatan sebelumnya.

“Dari 56 peserta yang telah mendaftar, tersaring 32 peserta yang mengikuti pelatihan dan berhasil meluluskan 29 peserta sebagai Dharmaduta Angkatan III tahun 2019,” kata Upa. Surya Minata Lie, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Upasaka Pandita Wirawan Giriputra yang turut hadir dalam acara tersebut juga sempat memberikan sambutan kepada Dharmaduta Muda. Dalam sambutannya, dia menasehati Dharmaduta Muda untuk selalu belajar menjaga ucapan dan perbuatan agar selaras dengan Dharma.

Keberadaan Dharmashoka Institute tentunya membutuhkan dukungan moril dan materil agar visi misi yang diemban dapat tercapai dengan baik. Dengan begitu, Dharma dapat terus lestari dan keberadaan Dharmashoka Institute dapat memberi dampak positif.

(Penulis: Inadha Rahma Nidya / Editor: Mikhael)

Penulis: penulis.kilaskgmedia
Editor: Kilas KG Media
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved