Rayakan Hari Pahlawan, Komunitas POS Kayuh Onthel 25 km (Binjai-Medan) Pakai Baju Kompeni

ketiga anak muda ini juga menggunakan kostum ala kompeni berwarna cream kecoklatan, lengkap dengan topi, sepatu serta bendera merah putih.

Rayakan Hari Pahlawan, Komunitas POS Kayuh Onthel 25 km (Binjai-Medan) Pakai Baju Kompeni
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Rayakan Hari Pahlawan, Komunitas Paguyuban Onthel Sejati (POS) Binjai. Kayuh Onthel 25 km (Binjai-Medan) Pakai Baju Kompeni, Minggu (10/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Semangat memperingati hari pahlawan, rupanya dirasakan oleh tiga anak millenials yang tergabung dalam komunitas Paguyuban Onthel Sejati (POS) Binjai. 

Untuk ikut menyemarakkan perayaan hari pahlawan yang diselenggarakan di Museum Perkebunan Indonesia, Jalan Brigjend Katamso, Medan Maimun, mereka rela mengayuh sepeda Onthel dari Binjai hingga Medan. 

Raihan Abiyyu, Aqmal Ali Firdaus, Gunawan Syahputra mengaku pengalaman mengayuh sepeda Onthel dengan jarak kurang lebih 25 km, bukan lah hal mudah. Hal tersebut dikarenakan sepeda onthel memang bukan sepeda balap yang dapat dikayuh dengan cepat, namun harus santai.

"Perayaan hari pahlawan kali ini luar biasa ya, lumayan capek. Kita dayung sepeda dari Binjai ke Medan. Sekitar 30 sepeda Onthel ikut memeriahkan peringatan hari pahlawan. Karena kita tau sepeda Onthel ini juga menjadi bagian dari sejarah Indonesia, yang tidak jarang juga menjadi teman para pahlawan kita, seperti Bung Karno," tutur Raihan, Minggu (10/11/2019).

Tidak ketinggalan ketiga anak muda ini juga menggunakan kostum ala kompeni berwarna cream kecoklatan, lengkap dengan topi, sepatu serta bendera merah putih yang sengaja ditancapkan di depan sepeda. 

Aqmal menambahkan bahwa perjalanan Binjai-Medan ini mereka lakukan untuk ikut merayakan hari pahlawan bersama komunitas lainnya di Gebyar Pusaka Industri Perkebunan di Indonesia. Meski cuaca cukup panas ketiga anak muda beserta 27 anggota lainnya tetap semangat mengayuh Onthel.

"Ada sedikit masalah juga tadi di jalan. Karena ada anggota yang kelelahan, ada yang rantai sepedanya putus dan lainnya. Ya, seperti itulah perjuangan di tengah jalan pasti ada cobaan. Tapi untuk sampai tujuan kita harus tetap melaju ke depan dengan saling membahu," tutur Aqmal.

Tidak mau ketinggalan, pengayuh sepeda Onthel termuda, Gunawan Syahputra mengatakan kegiatan ini sangat menyenangkan. Ia mengatakan sudah selayaknya anak muda mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif dan inspiratif.

"Kita tidak berperang seperti para pahlawan dulu. Tugas kita sekarang mengisi kemerdekaan. Aku harap anak muda mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif supaya dapat menghargai dan menghormati perjuangan oara pahlawan," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved